Kementan dan WFP Tingkatkan Kerja Sama Atasi Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

Update Tanggal : 06 September 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Jakarta - Untuk memantapkan kerja sama yang telah dibangun antara Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dengan World Food Programme (WFP), Kepala BKP, Dr. Agung Hendriadi didampingi Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Ir. Mulyadi Hendiawan dan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Benny Rachman telah menerima kunjungan Direktur WFP untuk Indonesia, Ms. Anthea (5/9). 

Pertemuan tersebut membahas kerja sama yang telah dibangun  sejak tahun 2002 dan memantapkan langkah kerja sama ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Ms. Anthea Webb menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng sebagai Kepala BKP. Selanjutnya WFP juga mengapresiasi komitmen BKP untuk terus mengembangkan Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas–FSVA).

Keberadaan FSVA saat ini telah menjadi dasar bagi Kementerian/Lembaga seperti Kemendes, Kemensos, Kemenkes dan Kemendikbud sebagai dasar penentuan lokasi program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan, penanganan rawan pangan. Secara global, FSVA Indonesia telah menjadi best practices dalam pengembangan FSVA bagi negara lain, diantaranya Kamboja dan Srilanka. Negara lain yang pernah ke Indonesia untuk mendalami FSVA adalah Filipina dan Afganistan.

Aktivitas kerja sama yang intensif antara BKP dan WFP  mencakup pengembangan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKP) dan penyusunan Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan. Buletin tersebut khususnya dilakukan dengan kerja sama intensif antara BKP, BMKG, WFP, FAO, BNPB, LAPAN, dan BPS. 

Direktur WFP juga mendukung  terhadap upaya Gerakan Diversifikasi Konsumsi Pangan yang menjadi mandat BKP. Hal ini selaras dengan komitmen WFP untuk mendukung promosi konsumsi pangan  beragam, bergizi  seimbang dan aman (balanced diet). 

Kepala BKP, Dr. Agung Hendriadi menyambut baik kerja sama yang sudah dijalin selama ini, dan kedepannya akan ditandatangani kerja sama periode 2017 -2020, sehingga WFP dapat lebih intensif dalam pelaksanaan capacity building dengan  melibatkan pakar baik lokal maupunn internasional, demi memantapkan pembangunan ketahanan pangan nasional.

Kepala BKP juga mengatakan bahwa,  hasil survey FSVA akan dijadikan basis penyusunan program BKP khususnya untuk pengentasan darerah rawan rentan pangan sesuai semangat tahun ke 3 Pemerintahan Jokowi-JK dalam hal pemerataan pertumbuhan.

Berita Lainnya