Beras Surplus, Bupati Wajo Beri Gelar Mentan Sebagai Penyelamat Petani

Update Tanggal : 08 September 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Wajo - Bupati Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Burhanuddin memberikan gelar kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai ‘Penyelamat Petani’
karena pertanian di daerah Wajo mendapat perhatian yang sangat tinggi dari Kementerian Pertanian (Kementan) berupa volume bantuan yang cukup banyak.

"Alhasil, produksi pangan khususnya padi meningkat, masyarakat Wajo pun kesejahteraanya naik. Karena itu, Menteri Amran kita beri gelar Penyelamat Petani," kata Andi Burhanuddin Wajo usai panen raya padi di Desa Wele, Kecamatan Belawa, Kamis (7/9/2017). Produktivitas rata-rata padi di Wajo mencapai 7 ton per hektar.

Burhanudin menjelaskan, di era Menteri Amran, lahan baku sawah di Kabupaten Wajo 99.720 hektar telah tertanami semua. Implementasi program upaya khusus berupa bantuan benih, alat mesin pertanian serta pendampingan yang melibatkan TNI, berdampak positif pada pemanfaatan total lahan sawah tersebut. "Tak hanya itu, Kementan juga memberikan bantuan program pengembangan cabai di tahun 2017 seluas 100 hektar, masing-masing 50 hektar untuk cabai besar dan cabai kecil. Untuk mendukung program ini, Pemerintah Wajo telah mencanangkan program Gerakan Tanam Cabai sehingga ketersediaan cabai terjamin dan harga stabil," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Amran menegaskan, stok beras di tahun 2017 aman, bahkan jauh di atas kebutuhan nasional. Stok beras saat ini di gudang mencapai 1,7 juta ton, sedangkan kebutuhan beras sejahtera (rastra) sebesar 213 ribu/bulan. Artinya, kesediaan barang cukup hingga delapan bulan ke depan. "Dengan besarnya kebutuhan ini, stok 1,7 juta ton mampu mencukupi kebutuhan sampai 8 bulan, katakan samapi April tahun 2018 karena nanti ada operasi pasar dan segala macam. Kemudian di bulan Februari ada panen raya, jadi produksi bertambah dan stok overlap. Kemudian, ada tambahan. Sekarang serapan masih 10 ribu, tambahan 200 ribu. Anggap tambah tiga bulan dari April, berarti sampai Juni," imbuh dia.

Di tengah musim kering, lanjut Amran, ikegiatan pengolahan, tanam dan panen tetap berjalan. Ini karena Kementan melakukan program percepatan tanam dengan memberikan bantuan ke daerah berupa pompa air dan alat mesin pertanian lainnya. "Jadi, walaupun musim kering, petani tetap olah lahan, tanam dan berproduksi, sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga dan bahkan naik. Ini terlihat nilai tukar petani bulan agustus kemarin naik," paparnya.

Tercatat, berdasarkan data BPS, NTP Agustus 2017 naik 0.94% menjadi 101,60 dibanding bulan sebelumnya, sementara NTUP Agustus 2017 sebesar 110,61 atau naik 0,78 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) naik sebesar 0,92 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) turun sebesar 0,02 persen. 

Adapun bantuan Kementan untuk Kabupaten Wajo meliputi traktor roda 2 sebanyak 80 unit, traktor roda 4 sebanyak 3 unit, pompa air 80 unit, transplanter (alat tanam) 13 unit, combine harvester besar dan kecil untuk adi 29 unit, corn harvester 2 unit, corn seller 10 unit, dan power threser multi guna 6 unit.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Toko Tani Indonesia (TTI) Buka Outlet di Pasar Induk Beras Cipinang
22/09/2017
news

Jakarta (21/9) - Berdasarkan pemantauan yang di lakukan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  setelah diberlakukan HET untuk beras premium dan medium, kedua jenis beras….

Kementan Gelar Praktek Pengoperasian Alat Mesin Pertanian Untuk KUB Se Indonesia
20/09/2017
news

Serpong - Menindaklanjuti hasil pertemuan antara manajer Kelompok Usaha Bersama (KUB) se Indonesia yang digerakan oleh Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Kementerian Pertanian (Kementan)….

Ada Kepastian Harga, DPR Dukung Kebijakan HET Beras

Mentan : Bentuk Korporasi Digalakkan Demi Kesejahteraan Petani

Peran OKKP Lembaga Pengawas Keamanan Pangan Segar Perlu Ditingkatkan

Potensi Pangan di Beranda Depan Indonesia Menggiurkan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok dan Harga Hortikultura Diyakini Stabil

Mengembalikan Kejayaan Rempah Nusantara, Negara Alokasikan Anggaran 5,5 T

Masih Ada Air di Lebak Anyar