Lindungi Keselamatan Petani, Gempita Sultra MoU BPJS Ketenagakerjaan

Update Tanggal : 10 September 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Kendari - Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali membuat terobosan dengan memberikan perhatian khusus kepada para petani yang menjadi binaan selama ini. Salah satu perhatian tersebut adalah dengan mangendeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sultra.

Kerjasama tersebut dituangkan dalam Momerandum of Understanding (MoU) disela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gempita se- Sulawesi Tenggara yang diadakan di Kedai Gempita di jalan Madusila, Kelurahan Andonuohu, Kecamatan, Poasia, Kota Kendari, Sabtu (9/9/2017).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sultra La Uno dalam sambutannya menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh Gempita Sultra.Ia pun berharap kerjasama tersebut bisa menjadi pilot project yang dapat dicontoh di daerah lain.

"Kami berharap dengan adanya kerjasama ini, petani yang menjadi binaan Gempita selama ini bisa menjadi peserta PBJS Ketenagakerjaan. Ini sangat penting untuk melindungi petani jika terjadi kecelakaan kerja atau meninggal dunia," kata La Uno.

Lebih jauh La Uno menjelaskan, untuk iuran BPJS setiap bulannya cukup murah yakni Rp.16.800. Sistem pembayaran iuran pun tak harus dilakukan setiap bulan. 

"Untuk kawan-kawan petani bisa melakukan pembayaran iuran setiap kali panen. Inilah salah satu kemudahan bagi petani-petani kita," ucapnya.

Sementara itu, Korwil Gempita Sultra Rustam mengatakan, pihaknya menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan kesejahteraan dan hari tua kepada para petani. Apalagi petani yang selama ini bekerja disektor informal juga memiliki resiko kerja.

"Kami ingin memastikan bahwa para petani juga memiliki hak yang sama dengan karyawan perusahaan maupun PNS untuk mendapat pelayanan atau asuransi ketenagakerjaan," ujar Rustam.

Sebagai langkah awal, kata Rustam, pihaknya mewajibkan seluruh pengurus Korwil dan Kordinator Cabang (Korcab) Gempita untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selanjutnya masing-masing korcab menkoordinir para petaninya untuk menjadi peserta, " 
pungkas Rustam.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Toko Tani Indonesia (TTI) Buka Outlet di Pasar Induk Beras Cipinang
22/09/2017
news

Jakarta (21/9) - Berdasarkan pemantauan yang di lakukan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  setelah diberlakukan HET untuk beras premium dan medium, kedua jenis beras….

Kementan Gelar Praktek Pengoperasian Alat Mesin Pertanian Untuk KUB Se Indonesia
20/09/2017
news

Serpong - Menindaklanjuti hasil pertemuan antara manajer Kelompok Usaha Bersama (KUB) se Indonesia yang digerakan oleh Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Kementerian Pertanian (Kementan)….

Ada Kepastian Harga, DPR Dukung Kebijakan HET Beras

Mentan : Bentuk Korporasi Digalakkan Demi Kesejahteraan Petani

Peran OKKP Lembaga Pengawas Keamanan Pangan Segar Perlu Ditingkatkan

Potensi Pangan di Beranda Depan Indonesia Menggiurkan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok dan Harga Hortikultura Diyakini Stabil

Mengembalikan Kejayaan Rempah Nusantara, Negara Alokasikan Anggaran 5,5 T

Masih Ada Air di Lebak Anyar