Ini, Langkah Petani Jawa Barat Hadang WBC

Update Tanggal : 11 September 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Subang (11/9) - Hama Wereng Batang Coklat (WBC) kerdil rumput dan kerdil hampa masih terjadi di Propinsi Jawa Barat di Kecamatan Bojongjaya dan Ciasem di Kabupaten Subang.  Selain itu wabah itu juga terjadi di 2 Kabupaten lainnya yakni di  Indramayu dan Cirebon yang menjadi perhatian Kementerian Pertanian.

Seperti yang dilaporkan Kepala BPTP Jawa Barat, Dr. Liferdi Lukman, MSc bahwa luas kumulatif tanaman padi yang terserang hama WBC di Jawa Barat untuk MT 2017 periode sampai dengan bulan Juni 2018 seluas 5.591 ha  atau 0,60% dari total luas  sawah yang ada di Jawa Barat.

Dari hasil pantauan tim Upsus Jawa Barat yang terdiri dari Dinas Pertanian (Kadis BP3K, POPT, Penyuluh) dan Kodim (Kasdim, Pasiter, Danramil, Babinsa) serta kelompok tani disampaikan bahwa  WBC terjadi di beberapa kabupaten terutama wilayah Jabar bagian utara masing-masing di Kabupaten Indramayu 571 ha ,(0,49%); Cirebon 574 ha  (1,08%); dan Subang 384 ha (0,45%). Secara umum di setiap kabupaten tersebut serangan WBC terjadi spot-spot di beberapa wilayah kecamatan, dengan tingkat serangan ringan hingga sedang.

Hal ini sama dengan hasil temuan dari Tim Menko Perekonomian yang dipimpin oleh Kepala Bidang Konsumsi dan Cadangan Pangan, Menko Perekonomian, Indah Megawati pada tanggal 7 sampai dengan 9 September 2017 yang lalu.

Saat ini, tim Upsus Jawa Barat bekerjasama dengan seluruh dinas terkait di Jawa Barat melakukan pengendalian WBC, kerdil rumput, kerdil hampa dan hama-hama lain yang umumnya menyerang tanaman padi dengan varietas lama seperti Ciherang dan Mekongga.

Pengendalian OPT

Bersama petani, tim Upsus Pajale Jawa Barat lakukan Gerakan Pengendalian  Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terutama WBC yang dilakukan secara rutin. 

Dilaporkan, pada hari Sabtu (10/9) para penyuluh dan POPT di terjunkan ke Desa Kelota Mekarjaya Kec. Bojongjaya untuk membantu petani di persemaian guna mengantisipasi  terbawanya virus kerdil hampa yg ditularkan WBC. Sementara di Desa Dukuh, Kec. Ciasem juga dilakukan pengendalian OPT pada tanaman yg sudah keluar malai.

Lebih lanjut, tim Upsus Jawa Barat juga menjadwalkan pelatihan pengendalian WBC di kabupaten rawan terserang WBC masing-masing pada hari Kamis (14/9) di Kabupaten Karawang dan awal minggu depan di Kabupaten Subang.

Bantuan Benih Tahan Wereng dan Asuransi Pertanian

Para petani di 3 Desa di Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang masing-masing Mekarjaya, Jatireja dan Sukadana mendapat bantuan benih padi yang lebih tahan terhadap hama wereng. Bantuan benih Inpari 33, 43 dan 42 serta bioprotektor ini diserahkan  oleh Kepala Badan Litbang Kementan, Sabtu (11/9).

Dari hasil kajian tim BPTP Jawa Barat penanggulangan hama WBC efektif dilakukan dengan pergantian varietas lama (Ciherang dan Mekongga) dengan Varietas Unggul Baru (VUB) seperti Inpari 32, 33, 42 dan 43 dengan pengolahan tanah yang benar.

Selanjutnya petani di 2 Kabupaten lainnya yang juga terserang hama WBC yakni Indramayu dan Cirebon secara simultan juga mendapatkan bantuan benih VUB. Khusus untuk bantuan benih di Kabupaten Indramayu akan didemontrasikan pada  demo area seluas 350 ha, masing-masing di Kecamatan Anjantan seluas 200 ha dan Kecamatan Bonga seluas 150 ha.

Kedepan, upaya terpadu penanggulangan hama  terus akan dibarengi dengan sosialisasi Asuransi Pertanian, yakni skema perlindungan bagi petani dari pemerintah untuk menjamin perlindungan terhadap keamanan tanam petani.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Toko Tani Indonesia (TTI) Buka Outlet di Pasar Induk Beras Cipinang
22/09/2017
news

Jakarta (21/9) - Berdasarkan pemantauan yang di lakukan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  setelah diberlakukan HET untuk beras premium dan medium, kedua jenis beras….

Kementan Gelar Praktek Pengoperasian Alat Mesin Pertanian Untuk KUB Se Indonesia
20/09/2017
news

Serpong - Menindaklanjuti hasil pertemuan antara manajer Kelompok Usaha Bersama (KUB) se Indonesia yang digerakan oleh Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Kementerian Pertanian (Kementan)….

Ada Kepastian Harga, DPR Dukung Kebijakan HET Beras

Mentan : Bentuk Korporasi Digalakkan Demi Kesejahteraan Petani

Peran OKKP Lembaga Pengawas Keamanan Pangan Segar Perlu Ditingkatkan

Potensi Pangan di Beranda Depan Indonesia Menggiurkan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok dan Harga Hortikultura Diyakini Stabil

Mengembalikan Kejayaan Rempah Nusantara, Negara Alokasikan Anggaran 5,5 T

Masih Ada Air di Lebak Anyar