Menteri Pertanian, Menteri BUMN dan Menteri Desa PDT Launching Kartu Tani, Serapan Gabah dan Percepatan Tanam Padi

Update Tanggal : 09 October 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Ciamis - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan "Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN dan  Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi" adalah segitiga sama sisi, yang tidak bisa dipisahkan. Kami atas arahan Bapak Presiden, harus menghadirkan negara di sisi petani."Jangan biarkan petani jalan sendiri".

Mengawali kegiatan hari ini di Kabupaten Ciamis, Mentan Andi Amran Sulaiman dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Desa PDT, Eko Putro Sandjojo beserta Wagub Jabar, Dedy Mizwar,  melakukan  panen padi dan percepatan tanam padi, serta launching kartu tani di desa Kertaraharja dan desa Medanglayang, kecamatan Panumbangan, kabupaten Ciamis, Jawa Barat. 


Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu sentra produksi padi nasional yang memasok 43,7 persen  dari produksi gabah nasional sekitar  79.351,861 juta ton tahun 2016.

Panen padi di desa Kertaraharja, kecamatan Panumbangan, kabupaten Ciamis di hamparan sawah seluas 740 hektar dengan produktivitas rata-rata 8 ton/ha. Andi Amran Sulaiman, usai panen mengatakan, kita patut bersyukur dan alhamdulilllah, hujan sudah turun merata, sepanjang perjalanan kami tadi dengan Menteri BUMN, kami melihat hamparan yag sudah ditanami sedang disini kita baru saja panen, maka kita optimis dan pasti tahun ini tidak ada paceklik produksi padi nasional. Mentan dalam sambutannya, menyampaikan penghargaan tinggi kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten yang optimal mendukung masyarakat tani. Kita saat ini sudah membuat kejutan di dunia, dulu kita rutin impor beras, jagung, bawang dan cabai, semua itu hingga saat ini sudah nol persen. Menteri Pertanian Indonesia sekarang, sering dicari menteri - menteri pertanian negara tetangga, mau belajar bagaimana kiat keberhasilan kita. Impor jagung selama ini menghabiskan devisa 12 triliun setiap tahun dan sekarang sudah nol. Irigasi, arahan Bapak Presiden 3 juta hektar dalam 3 tahun, Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR menyelesaikan hanya dalam tempo 1,5 tahun. Semua itu dilakukan untuk masyarakat tani.

Wakil Gubernur Jabar, Dedy Mizwar, dalam sambutannya, berterima kasih kepada Mentan, Menteri BUMN dan Mendes PDT, dengan program yang dilakukan pemerintah pusat disaat animo masyarakat tani hampir pada puncak ketidakpercayaan berusaha tani ditambah dengan perubahan iklim dan era pasar bebas, Mentan datang membawa angin segar, membangkitkan semangat petani dan ini dibuktikan dengan capaian Jawa Barat tertinggi untuk luas tambah tanam dan produksi gabah nasional, Wagub juga menambahkan saat ini mekanisasi pertanian juga menambah minat generasi muda Jawa Barat untuk berusaha tani, serapan gabah kerja sama dengan Bulog dan  kepastian harga sangat membantu petani. Pada akhir sambutannya, Dedy Mizwar,  mengatakan Pemda Jabar, siap mendukung semua kegiatan pemerintah pusat di Provinsi Jawa Barat.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Petani Modern Untuk Generasi Milenia
19/10/2017
news

Pontianak (19/10) - Ditahun pertama pemerintahan Jokowi, fokus disektor pertanian adalah pertumbuhan produksi, saat ini pertumbuhan sudah dicapai, maka ditahun ketiga adalah pemerataan….

Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia
19/10/2017
news

Pontianak (19/10) - "Wilayah perbatasan merupakan bagian integral dan menjadi beranda terdepan.  Kawasan ini berperan penting dan strategis dari perspektif  Negara….

Belanja di Toko Tani Indonesia Nyaman dan Inflasi Aman

Peremajaan Kelapa Sawit Untuk Tingkatkan Pendapatan Petani dan Kemajuan Sawit Indonesia

Generasi Muda Harus Didorong Masuk Sektor Pertanian

Pertanian Leading Sektor Pembangunan Berkelanjutan

Mentan Amran Lepas Bawang Merah ke Vietnam dari Enrekang

Kementan Siap Melatih Petani Berpola Pikir Industri

Ekspor Perdana, Karantina Jamin 30 Ton Bawang Merah Tujuan RDTL