Kementan Dukung Pembangunan Pertanian di Pondok Pesantren

Update Tanggal : 01 November 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Jakarta - Kita akan memformulasikan dan mensinergikan apa saja yang diperlukan  pondok pesantren dalam upaya membangun pertanian di masing-masing pondok pesantren,” kata Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, saat menerima audiensi 8 pimpinan perwakilan Pondok Pesantren di kantor BKP (31/10).

Untuk memudahkan mengindentifikasi kebutuhan pondok pesantren, Agung meminta wakil-wakil pimpinan pondok pesantren membuat proposal, sehingga bisa diformulasikan apa yang diinginkan dan disinergikan pelaksanaannya dengan program-program yang ada di Kementerian Pertanian.

Adapun pondok pesantren yang hadir adalah : Alfallah Bandung,  Buntet Cirebon, Suryalaya Tasikmalaya, Darul Tauhid Bandung, Saungbalong Majalengka, Al Ittifaq Ciweday Bandung, Idrisiyah, Al Ashriyah Nurul Bandung. 

Yang penting Calon Penerima dan Calon Lokasi  (CPCL) program yang diusulkan harus jelas, sehingga bisa dilihat perkembangan dan kemajuan usaha pertanian yang dikembangkan pondok pesantren,” jelas Agung. 

Menurut Agung, pihaknya akan memberikan fasilitasi baik berupa fisik maupun non fisik. Berupa fisik misalnya, bantuan alat mesin pertanian, bantuan bibit tanaman dan lainnya, sedangkan non fisik berupa penyuluhan, pelatihan dan riset dilapangan oleh peneliti Kementan. 

“Khusus dari BKP, akan kita kembangkan diversifikasi pangan dengan menempatkan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dipondok pesantren. Pondok pesantren bisa sebagai tempat kebun bibit, sehingga mampu memenuhi aneka kebutuhan bibit tanaman seperti buah-buahan dan sayuran secara mandiri,” jelas Agung. 

“Intinya, Kementerian Pertanian akan menjalin kemitraan dengan pondok pesantren sesuai kebutuhan, dan disinergikan dengan program yang ada di Kementan,” tegas Agung.

Menurut Agung, Badan Ketahanan Pangan akan menempatkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Pondok Pesantren. 

Dalam audiensi yang juga dihadiri Kepala Departemen Emonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, M. Anwar Bashori, mengatakan bahwa,  Bank Indonesia (BI) sangat mendukung pembangunan pertanian yang dilakukan pondok pesantren. 

“Kami memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini nantinya akan kami arahkan untuk mendukung pengembangan pertanian di pondok pesantren melalui Kemitraan,” kata Anwar.

“Agar kami mengetahui keinginan pondok pesantren, kami akan mempelajari  proposal yang diajukan, sehingga apa yang dibutuhkan pondok pesantren bisa dipenuhi,” jelas Anwar.

Dalam audiensi,  masing-masing  pimpinan pondok pesantren, telah menjelaskan berbagai permasalahan dan kebutuhan dalam pengembangan pembangunan pertanian di pondok pesantren. 

Audiensi para pimpinan pondok pesantren ke Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian yang juga dihadiri pihak Bank Indonesia ini, merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pusat dan daerah yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat (27/9) lalu, dalam acara Temu stakeholder bertajuk “Pesantren sebagai Penggerak Pemberdayaan Ekonomi yang lebih Inklusif”.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Pejabat BI dan Pimpinan Pondok Pesantren itu, Menteri Pertanian,  Amran Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pembangunan pertanian di pondok pesantren. 

Untuk itu, Kementerian Pertanian akan menginventarisir sumberdaya yang dimiliki pesantren (seperti lahan) pondok pesantren dan kebutuhannya.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik 2017
23/11/2017
news

Palembang, (22/11) - Dalam rangka meningkatkan integrasi dan koordinasi Kementerian/Lembaga di pusat dengan Pemda provinsi dan kabupaten/kota dalam pembangunan dan pengembangan….

Dirjen PKH Tegaskan Ekspor Produk Peternakan Indonesia Siap Tembus Pasar MEA
22/11/2017
news

Malaysia,- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita menegaskan ekspor produk peternakan Indonesia dipastikan….

Dilaut Berjaya di Darat Sejahtera, Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah Resmi Dibuka

Panen Padi di Maros, Mentan Paparkan Rumus Solusi Pertanian

Jaga Produksi Cabai dan Bawang Merah, Inovasi Petani Purbalingga Bisa Ditiru

Kalsel Siap Wujudkan Nawa Cita Sektor Pertanian

Kementan Programkan Pertanian Perkotaan

Luar Biasa, Panen di Lebak 100 Ha

Kucurkan Bantuan untuk Petani Barito Utara, 100 M dan Fokus Tanam Jagung