Revitalisasi KRPL dan TTIC Menjadi Fokus Kementan 2018

Update Tanggal : 09 November 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Bandung (7/11/2017) - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi,  menyampaikan hal tersebut kepada media usai membuka Rakor Evaluasi Program 2017 dan Pemantapan Program Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Tahun 2018 di Bandung, malam tadi.

 

"Kawasan Rumah Pangan Lestari yang sudah cukup lama dilaksanakan dan sempat meredup akan kita tinjau kembali," kata Agung. 

 

Selain itu jumlah KRPL akan ditambah dan dikembangkan. "kita memiliki potensi lahan pekarangan di Indonesiia ada 10,4 juta hektar. Sejak tahun 2010 hingga saat ini ada 18.000 titik lokasi KRPL, kita akan tingkatkan hingga 23.000 titik di tahun 2018," tambah Agung.

 

Agung juga menambahkan bahwa kajian ekonomi untuk KRPL sangat membantu ekonomi rumah tangga disekitar  Lokasi KRPL, karena bisa menghemat pebgeluaran biaya rumah tangga Rp. 750.000 hingga Rp. 1,2  juta, setiap rumah tangga.

 

"Menteri Pertanian meminta   agar fungsi KRPL sebagai pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga ditingkatkan. Untuk itu kita akan berikan bantuan sarana  agar kebutuhan KRPL  terpenuhi.  tambah Agung.

 

Badan Ketahanan Pangan akan bekerjasama dengan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) litbang Pertanian.  untuk memenuhi kebutuhan benih tanaman sayuran dan pendampingan. Untuk pengembangan KRPL kedepan, BKP juga mengandeng Kelompok Wanita Tani dan PKK. "Kita  akan kita pacu KRPL yang sudah ada dan membangun KRPL diberbagai wilayah yang selama ini minim sumber pangan berupa sayur mayur dan kebutuhan dapur rumah tangga," tegas Agung.

 

Untuk TTIC (Toko Tani Indonesia Center) dalam waktu dekat BKP akan launching TTIC Digital (ecommerce) dimana nantinya fungsi TTIC sebagai distributor TTI.

 

Dijelaskan Agung, sampai saat ini sudah dibangun 1800 unit  TTI dan target  tahun 2018 sudah ada 3000 unit TTI di daerah penyangga pasar. Fungsi TTIC nantinya sebagai koordinator distributor kebutuhan komoditi TTI yang  dilakukan bekerjasama dengan Gapoktan sebagai produsen kebutuhan komoditi TTI.

 

Badan Ketahanan Pangan Kementan, akan menjadikan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) sebagai dasar dalam pelaksanaan kegiatan, dan pada daerah-daerah yang rentan pangsn akan dilakukan berbagai program pemenuhan gizi  dimasing-masing propinsi, dengan memanfaatkan berbagai keragaman sumber karbohidrat yang ada, sehingga pemenuhan dan perbaikan gizi dapat terpenuhi.

 

Untuk mengimplementasikan diversifikasi pangan, BKP akan mengajak berbagai kelompok yang dapat memberikan pengetahuan pengolahan berbagai sumber karbohidrat non beras menjadi makanan menarik, sehingga dapat mendorong minat masyarakat mengolah menjadi bahan pangan.

 

"Melalui upaya tersebut, selain akan tersedia keberagaman pangan dimasyarakat, menu pangan masyarakat juga akan semakin baik" pungkas Agung Hendriadi.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik 2017
23/11/2017
news

Palembang, (22/11) - Dalam rangka meningkatkan integrasi dan koordinasi Kementerian/Lembaga di pusat dengan Pemda provinsi dan kabupaten/kota dalam pembangunan dan pengembangan….

Dirjen PKH Tegaskan Ekspor Produk Peternakan Indonesia Siap Tembus Pasar MEA
22/11/2017
news

Malaysia,- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita menegaskan ekspor produk peternakan Indonesia dipastikan….

Dilaut Berjaya di Darat Sejahtera, Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah Resmi Dibuka

Panen Padi di Maros, Mentan Paparkan Rumus Solusi Pertanian

Jaga Produksi Cabai dan Bawang Merah, Inovasi Petani Purbalingga Bisa Ditiru

Kalsel Siap Wujudkan Nawa Cita Sektor Pertanian

Kementan Programkan Pertanian Perkotaan

Luar Biasa, Panen di Lebak 100 Ha

Kucurkan Bantuan untuk Petani Barito Utara, 100 M dan Fokus Tanam Jagung