Panen Raya Untuk Swasembada Pangan

Update Tanggal : 11 November 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Lampung Timur (10/11) -
Menteri pertanian, Andi Amran Sulaiman, didampingi oleh Justan Riduan Siahaan selaku Penanggung Jawab Upsus Provinsi Lampung dan Inspektur 1 selaku Penanggung Jawab Upsus Kabupaten Lampung Timur, serta oleh Bupati Lamtim, Sekda Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pertanian Lamtim, serta oleh wakil dari Polda Lampung,  Korem 043 Gatam, melakukan Panen Raya di Mandala Sari Kecamatan Mataram Baru. Panen Raya ini adalah bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan 

Dalam sambutannya, Mentan menyatakan bahwa pemeritah berupaya  meningkatkan kesejahteraan para petani. Terbukti bahwa sepanjang tahun 2017 ini pemerintah sudah menyetop impor komoditas pangan di antaranya beras, jagung, bawang merah dan cabe. Selain itu, guna menjaga kestabilan harga, pemerintah melakukan pengawasan secara ketat kepada para distributor nakal. 

Panen dilakukan pada lahan seluas hampir 400 Ha. Mentan secara simbolis juga menyerahkan beberapa bantuan alat-alat pertanian berupa Hand Tractor, Tractor R 4, Corn Combine, Combine Harvester, dan Rice Transplanter, "Dengan bantuan ini, diharapkan para petani dapat meningkatkan produksi hasil pertanian, sehingga Lampung Timur menjadi lumbung pangan nasional”. 

Dalam kesempatan yang sama, Mentan berdialog dengan penyuluh lapang, tenaga honorer. Di antara dialog terucap pesan Mentan agar PPL lebih giat memberikan pendampingan kepada petani tanpa menunggu SK pengangkatan, ataupun meminta untuk diangkat, karena memberi lebih mulia daripada meminta. Mentan juga menginstruksikan Irjen agar melihat kondisi pompa air yang dikeluhkan petani dalam dialog tersebut.

Sebagai langkah menstabilkan harga saat musim panen raya, pemerintah sudah melakukan pengawasan harga secara ketat melalui Keputusan Presiden tentang standarisasi harga. Sehingga petani tidak merugi saat panen raya. Dengan maksud serupa, distributor nakal juga akan ditindak jika menaikan harga di pasaran. Ditambah harga dari petani tetap distandarkan, kebijakan ini berdampak pada tiadanya gejolak harga di tengah masyarakat.

Lebih lanjut Menteri Pertanian menerangkan bahwa Lampung Timur mempunyai lahan pertanian cukup luas, ditambah iklimnya sangat cocok terutama tanaman padi. 

Sekda Provinsi, mewakili Gubernur Lampung melaporkan kepada Menteri Pertanian bahwa pada 2017 ini, produksi Lampung Timur mencetak kenaikan hingga 20% dan secara grafik Lampung Timur menjadi yang tertinggi di antara empat belas kabupaten lainnya di Lampung.

Kabupaten Lampung Timur mempunyai potensi di bidang pertanian yang cukup besar, baik di bidang pertanian dengan potensi lahan seluas 213.384 ha, yang terdiri diri lahan sawah seluas 60.518 ha dan lahan kering seluas 152.886 ha maupun sumber daya manusia dengan jumlah kelompok tani sebanyak 5.645 kelompok tani.

Dengan potensi tersebut pada tahun 2017 ini, Kabupaten Lampung Timur ditargetkan dapat menyumbang produksi padi sebesar 590.951 dari total target produksi padi Provinsi Lampung sebesar 4.401.188ton (13.43%). 

Sampai dengan akhir musim tanam 2017, capaian luas tanam padi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 127.546 Ha pada tahun 2017

Di akhir acara, seorang petani menjamu rombongan Menteri Pertanian dengan makanan khas Kampung Timur, termasuk menyuguhkan dan durian madu sebagai bentuk penghargaan dan rasa gembira petani dikarenakan Mentan bersedia hadir dan terjun ke lapangan. Itu respon terhadap ajaran Mentan. Memberi lebih mulia dari pada menerima. Memang Petani Mulia Pro Pangan Dunia, begitu motto Protani dari Itjen Kementerian Pertanian imbuh Justan Riduan Siahaan.

Berita Lainnya