Banjir Melanda, Stok Beras Aman

Update Tanggal : 05 December 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Jakarta (4/12) -  Pemerintah menjamin tidak akan ada kekurangan stok beras yang kerap terjadi pada musim penghujan lantaran becana banjir yang melanda beberapa lahan sawah di wilayah Indonesia, hal tersebut dibuktikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pada kunjungannya dalam rangka sidak ketersediaan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta Timur. 

Sebagai barometer ketersediaan stok beras nasional, angka pasokan beras PIBC yang melebihi stok minimum, membuktikan bahwa strategi cerdas yang diterapkan Pemerintah dalam hal perubahan pola tanam memberikan hasil yang cukup cemerlang "Kami upayakan mengubah strategi terhadap pola tanam yang tadinya hanya 500 ribu hektar, kami tingkatkan menjadi satu juta hektar, hasilnya tadi pagi dilaporkan stok beras di PIBC mencapai 3.493 ton bahkan diperkirakan bisa lebih dari 4ribu ton sampai dengan nanti malam" kata Amran di sela - sela sidaknya kemarin.

Amran meyakini dengan solusi permanen yang diterapkannya, stok beras di Indonesia sampai dengan akhir tahun dipastikan aman terkendali, pasalnya tahun lalu saja dengan kondisi lahan sawah yang terkena banjir mencapai kurang lebih 70rb ha dapat dikatakan produksi beras di tahun tersebut aman, sedangkan di tahun ini lahan yang terkena banjir kurang lebih hanya mencapai 40rb Ha.

Dikesempatan tersebut ia juga memastikan bahwa harga beras di PIBC tidak mengalami kenaikan bahkan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah "ini menunjukkan penurunan harga sejak berlakunya HET. Awal berlaku HET, Rp9.050 per kg. Sekarang Rp7.800 per kg. Ini menunjukkan keberhasilan kita, produksi membaik dan aman," paparnya.

Disinggung soal harga beras Arief Prasetyo Adi selaku Direktur Utama  PT. Food Station Tjipinang Jaya menyatakan bahwa tidak ada yg perlu dikhawatirkan terkait kenaikan harga beras pasalnya harga beras di PIBC terbilang stabil bahkan cenderung menurun "Hari ini masih ad beras jenis medium dengan harga Rp. 7.800.-/kg atau Rp. 6.240,-/liter"  ungkap Arif pada saat mendampingi sidak tersebut.

Senada dengan pernyataan Amran terkait stok beras, Arif menegaskan bahwa stok beras di PIBC saat ini mencapai 37rb ton melebihi batas stok minimum sebesar 30rb ton, bahkan Arif juga menyatakan dengan tegas bahwa pihaknya bersama pedagang di PIBC siap bersinergi dalam hal perberasan nasional "kami akan terus berusaha menjaga stabilitas baik stok maupun harga beras di PIBC sebagai barometer perberasan nasional" tutupnya.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Mentan Luncurkan Program BEKERJA di Jawa Timur
23/05/2018
news

Jember, 23 Mei 2018 - Badan Pusat Statistik (BPS) merulis data total penduduk miskin Indonesia di desa tahun  2017 mencapai 16,31 juta orang. Angka ini turun dibanding tahun….

Tidak Ingin Petani Miskin, Mentan BEKERJA
23/05/2018
news

Bondowoso, 22 Mei 2018 - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus bekerja guna mengentaskan kemiskinan. Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) kali ini….

Kementan Dukung Pupuk Indonesia Revitalisasi Pabrik dan Tambah Pasokan NPK 2,4 Juta Ton

Pengelolaan Irigasi dan Drainase Mendukung Ketahanan Pangan

Sektor Perkebunan Mampu Tampil Sebagai Penghasil Devisa Negara

Kementan : Pemerintah Remajakan Sawit Rakyat

ISO SMAP, Karantina Denpasar Anti Suap!

Regulator Karantina Dunia Berbagi Pengalaman di Bali

Revitalisasi Serapan Gabah Petani untuk Memperkuat Cadangan Beras Pemerintah