Menteri KKP Dukung Mentan Tentang Protein Keong Sawah

Update Tanggal : 06 December 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Jakarta (5/12) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  mendukung pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebutkan bahwa keong sawah merupakan sumber protein alternatif di tengah tingginya harga daging sapi saat ini. Dukungan tersebut disampaikan Susi kepada media di kediamannya kompleks  Widya Chandra, Jakarta, Selasa (5/12).

"Keong sawah nutrisinya sangat tinggi. Kandungan gizinya sangat bagus. Kandungan lemaknya juga rendah. Saya dari kecil suka sekali makan keong sawah, apalagi bisa diolah dengan berbagai macam bumbu. Bisa nambah makan sampai 5 kali kalau makan dengan keong sawah," ucap Susi.

Lebih lanjut, Susi menyayangkan padangan masyarakat yang menganggap remeh keong sawah sebagai sumber protein. Berdasarkan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, disebutkan bahwa kerang, cumi, udang, keong sawah dan sebangsanya termasuk jenis ikan yang masuk dalam program pemerintah untuk menambah gizi masyarakat.

Dari sisi kandungan gizi, keong sawah memiliki nilai protein sebesar 12 persen, kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah dan sisanya mengandung niacin serta folat, energi, protein, karbohidrat, kalsium, phosfor, dominasi vitamin A dan vitamin E serta zat gizi makronutrien yakni zat protein dalam kadar yang tinggi dan zat mikronutrien yang berupa mineral dalam bentuk kalsium.

Susi mengakui saat ini keong sawah sulit ditemui di pasaran. Untuk itu, Susi berencana akan memasukkan keong sawah dalam program minapadi yang diusung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). "Kami akan masukkan keong sawah ke dalam  program minapadi. Keong sawah tidak merusak padi, bukan seperti keong mas yang merusak padi.Jadi win win solution bagi petani. Budidaya keong sawah juga  bisa menambah pendapatan petani," ujarnya.

Di akhir wawancara, Susi mengingatkan masyarakat tentang keberagaman sumber protein yang dimiliki oleh Indonesia. Masyarakat diharapkannya bisa perlahan mengubah mindsetnya dalam pola konsumsi protein, dengan tidak hanya bertumpu pada daging sapi saja, tapi juga menghargai sumber protein lainnya.

"Saya ingin mengingatkan sumber protein kita itu banyak sekali. Bukan hanya daging sapi, tapi juga kerang, telur, ayam, dan terutama ikan. Kandungan protein tinggi tapi harga tidak semahal daging sapi. Ayo kita makan ikan!" seru Susi.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Jombang Jamin Pasokan Pangan Aman
18/12/2017
news

Sentra lumbung pangan di Jawa Timur masih panen padi di bulan Desember. Kebanyakan petani melakukan tanam padi sudah sejak bulan November lalu. Namun demikian di beberapa wilayah….

Kebutuhan Pangan Kabupaten Bandung Aman
18/12/2017
news

Bandung - Menjelang Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 mendatang, khusus untuk kebutuhan pangan pada komoditi beras di Kabupaten Bandung aman. Pasalnya, hingga Desember 2017….

Ketersediaan dan Harga Pangan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru di Medan Aman Terkendali

Capaian Upsus Siwab 92.27 Persen

Buka Rakortek, Sekjen Kementan Minta Pejabat Kesekretariatan Tingkatkan Supervisi

Mentan Ingatkan CPNS Kementan : Masa Depan Bangsa Ada Ditangan Kalian

Pemerintah Jamin Stok dan Harga Pangan Aman

Jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Stok Aman di NTT

Kedelai Nasional Primadona Melalui Branding