Dirjen Tanaman Pangan: Jika Terjadi Impor, Sama Saja Hianati Petani

Update Tanggal : 05 January 2018 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Pandeglang (4/1/2018) - Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Dirjen Kementan) Sumardjo Gatot Irianto bersama Bupati Pandeglang melakukan panen jagung dan padi. Hal ini menunjukkan bahwa panen selalu ada di tiap daerah di Indonesia, jika terjadi impor berarti sudah mencederai para petani di negeri ini. "Selama ini issue yang berkembang bahwa stok kosong dan tidak ada panen. Hal ini tidak benar,  karena faktanya panen selalu ada  di Indonesia kurang lebih 1,5 juta hektar dan pandeglang sendiri panen 7000 hektar," demikian dikatakan Dirjen Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto,  usai melakukan Panen Raya Padi di Kampung Kadupinang, Kecamatan Kaduhejo,  Kamis (4/1/2018).

Gatot menekankan, Badan Urusan Logistik (Bulog) harus hadir untuk membeli hasil panen petani. Kata dia,  jangan sampai hasil penen ini dibeli oleh tengkulak. "Saya minta Bulog harus membeli hasil panen baik dengan skema medium atau komersil. Harganyapun harus sesuai HPP, jangan merugikan petani, " tandasnya. 

Gatot melanjutkan, Pandeglang merupakan daerah lumbung pangan nasional, jadi jangan sampai ada lahan yang tidur.  Untuk mendongkrak produksi pertanian,  kata dia (Gatot), akan mulai kegiatan tahun 2018 pada minggu pertama di bulan Januari. "Minggu depan CPCL harus sudah siap,  karena akan kita verifikasi. Siapkan rekening, uangnya akan kita transfer via Bank, "tambahnya. 

Adapun lokasi yang panen yang dilakukan yakni Kampung Campaka,  Desa Saninten, Kecamatan Kaduhejo kurang lebih 3 hektar jagung dari 13 hektar yang ditanam. Kampung Kadupinang, Kecamatan Kaduhejo panen Padi seluas 20 hektar dari 100 hektar. Dan panen jagung di Kampung Cikembang,  Desa Cikoneng,  Kecamatan Mandalawangi seluas 5 hektar. 

Sementara Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan,  untuk meningkatkan produksi  Padi Jagung, dan Kedelai (Pajale), pihaknya akan melakukan pendekatan kembali kepada masyarakat karena sejauh ini banyak lahan yang tak bertuan. "Saat ini banyak lahan tidur yang pemiliknya bukan orang Pandeglang. Untuk itu kami akan lebih meningkatkan silaturahmi dengan masyarakat agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan, karena Pandeglang tahun 2018 ditargetkan jagung dan kedelai 20 ribu hektar untuk kedelai," katanya. 

Turut hadir dalam acara tersebut Danrem 064 My Kolonel Czi Ito Hardianto,  Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban,  Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono,  Dandim 0601 Pandeglang Letkol inf Nur Fitriana Heru Wibawa, Ketua Kejaksaan Negeri Nina Kartini, Kadis Pertanian Provinsi Banten Agus Tauchid, Kadis Pertanian Pandeglang Budi S. Januardi,  Kadiskomsantik Yahya Gunawan Kasbin, Kabag Umum Puji Widodo,  Kabag Ekonomi Tatang Muhtasar, dan Kabag Humas Mustandri.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Berkat Subak, Petani Bali Tanam dan Panen Padi Tiap Hari
18/01/2018
news

Bali (17/1) - Eksistensi subak di Bali sudah tidak diragukan lagi. Organisasi petani warisan nenek moyang masyarakat Bali ini memang patut dibanggakan. Subak merupakan organisasi….

Sinergi dan Kerja Bersama Untuk Program Mengangkat Kesejahteraan Petani
16/01/2018
news

Jakarta (15/01/2018) - Di awal tahun 2018 ini, Kementerian Pertanian menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2018. Dihadiri oleh ribuan peserta….

Kementerian Pertanian adakan Bazar Beras di 4 Provinsi

Kementan Pastikan Yogya Panen Tiap Hari Hingga Maret

Kementan Beli Bawang Merah Petani Brebes 40 Ton

Produktivitas Panen Tinggi, Revitalisasi Pengairan di Sawah Pangandaran Menuai Hasil

Panen Padi Di Lahan Kering

Swasembada Pangan Suatu Keharusan

Tiada Hari Tanpa Panen di Yogyakarta