Pasokan dan Harga Aneka Cabai Nasional dan Wilayah Papua Barat Aman dan Stabil

Update Tanggal : 07 January 2018 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian stok cabai secara nasional  aman diawal tahun 2018 ini khususnya Januari. Hal ini dapat dilihat dari data ketersediaan berdasarkan pantauan lapangan pada bulan Desember 2017 untuk cabe besar sekitar 104.064 Ton dan Januari 102.153 Ton dengan kebutuhan pada Bulan Desember 95.652 Ton dan Januari  93.331 ton. Sedangkan untuk Cabai rawit ketersediaan pada bulan Desember  81.637 ton, Januari 77.847 ton sedangkan kebutuhan pada bulan Desember  73.099 ton, Januari 69.683 ton. Berdasarkan data tersebut, baik Cabai besar maupun Cabai rawit masih aman dan surplus.

Prihasto Setyanto, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat menyampaikan bahwa terjadi gejolak  sedikit tetapi gejolak itu wajar. Harga di tingkat petani wajar dan ketersediaan pertanaman dilapangan sangat memadai.

Pertanggal 4 Januari 2018 harga cabe merah keriting di tingkat petani diJawa Barat seperti Bandung, Garut, Cianjur Sumedang hanya sekitar 15 ribu-17 ribu dan cabai rawit merah 25 ribu – 30 ribu. Harga di Jawa Tengah seperti  Magelang, Temanggung, Banjarnegara dan  juga dikisaran 21 ribu-24 ribu untuk cabai merah keriting dan 31 ribu  untuk cabai rawit merah.

Di Lombok Timur dan Lombok Barat cabai merah keriting berkisar 16-18 ribu dan cabai rawit merah hanya 20-21 ribu, bahkan wilayah Sulawesi seperti Jeneponto dan Enrekang hanya berkisar 9-12 ribu untuk cabai merah keriting dan cabai rawit merah 8-19 ribu tingkat petani. 

Pemantauan harga di Pasar Induk Kramat Jati untuk cabai merah keriting 23 ribu dan cabai rawit merah 36 ribu. 
Prihasto menyampaikan beberapa wilayah yang saat ini juga sedang panen cabai keriting, seperti Kulon Progo 1.013 ha bulan Desember dan 982 bulan Januari, Brebes 945 ha bulan Desember  dan 562 bulan Januari. Luas panen di Kabupaten Rejang Lebong  bulan Desember 893 ha dan bulan januari 1.096 ha. Begitu juga di Kabupaten Kerinci panen cabai besar seluas 868 ha di bulan Desember dan 844 dibulan Januari. Begitu juga halnya dengan cabai rawit beberapa daerah sedang panen seperti  Kediri 2.498 ha bulan Desember dan 824 ha bulan Januari. Kabupaten Lombok Timur 2.114 ha di bulan desember dan 1.003 ha di bulan Januari. 

Kabupaten Blitar 1.677 ha dibulan Desember dan 868 ha dibulan Januari. Kabupaten Jember luas panen bulan Desember 1392 ha dan bulan Januari 1.186 ha. Luas panen di kabupaten Brebes 941 ha di bulan Desember dan 665 ha di bulan Januari. Luas panen bulan Januari di Kabupaten Banjarnegara 1.000 ha, dan luas panen di kabupaten Mojokerto bulan Januari 1.342 ha. 

Agung Sunusi Kasubdit Aneka Cabai dan sayuran Buah Dit. Sayuran dan Tanaman Obat menyampaikan  saat ini memang di beberapa daerah mengalami intensitas curah hujan yang cukup tinggi namun dengan penerapan teknologi yang tepat, produktivitas tidak mengalami penurunan yang banyak.

Penggunaan sungkup plastik/rain  shelter merupakan salah satu teknologi yang cukup efektif di gunakan pada saat musim hujan tiba. Agung Sunusi menuturkan Direktorat Jenderal Hortikultura telah bekerjasama dengan champion untuk mengatur pola tanam di wilayahnya masing-masing. Tingkat kepatuhan petani dan pelaku usaha dalam pelaksanaan pengaturan pola tanam yang telah disepakati sangat menentukan stabilisasi harga dan pasokan. Diharapkan champion bisa berkembang dan berperan di wilayah Indonesia Timur.

Harga di wilayah Papua Barat cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pulau Jawa, Sumatera dan lainnya. Benyamin Halladu, Kepala Dinas Pertanian kabupaten Sorong menegaskan saat ini harga aneka cabai sudah kembali normal. Per tanggal 5 Januari harga cabai rawit merah di petani berkisar 50-60 ribu per kilogram dan 30 ribu per kilogram untuk cabai keriting. Saat ini di Kabupeten Sorong sendiri ada panenan cabai rawit merah sekitar 5 ha dan cabai keriting 10 ha seperti di Distrik Aimas. Dalam satu tahun di Kabupaten Sorong pertanaman cabai rawit merah mencapai 80 ha dan cabai keriting 70 ha. Benyamin menyampaikan faktor cuaca dan transportasi distribusi sangat berpengaruh pada harga di wilayah tersebut.

Berdasarkan data luas panen cabai rawit di Papua Barat luas panen cabai rawit bulan desember 218 ha dan bulan januari 2018 : 229 ha.  Luas panen cabai keriting di papua barat desember 2017 : 119 ha dan januari 2018 : 143 ha, ungkapnya.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Berkat Subak, Petani Bali Tanam dan Panen Padi Tiap Hari
18/01/2018
news

Bali (17/1) - Eksistensi subak di Bali sudah tidak diragukan lagi. Organisasi petani warisan nenek moyang masyarakat Bali ini memang patut dibanggakan. Subak merupakan organisasi….

Sinergi dan Kerja Bersama Untuk Program Mengangkat Kesejahteraan Petani
16/01/2018
news

Jakarta (15/01/2018) - Di awal tahun 2018 ini, Kementerian Pertanian menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2018. Dihadiri oleh ribuan peserta….

Kementerian Pertanian adakan Bazar Beras di 4 Provinsi

Kementan Pastikan Yogya Panen Tiap Hari Hingga Maret

Kementan Beli Bawang Merah Petani Brebes 40 Ton

Produktivitas Panen Tinggi, Revitalisasi Pengairan di Sawah Pangandaran Menuai Hasil

Panen Padi Di Lahan Kering

Swasembada Pangan Suatu Keharusan

Tiada Hari Tanpa Panen di Yogyakarta