Panen Raya di Pati Harga Jatuh 30 Persen, Tim Sergap Langsung Turun Beli

Update Tanggal : 09 February 2018 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Pati (7/2) - Masa panen raya padi di sebagian besar daerah seharusnya dinikmati petani. Namun yang terjadi di Kabupaten Pati, desa Wotan ini bernasib sama seperti Sukabumi, harga gabah jatuh diharga Rp 3.800 hingga 4.200 per kg. Atasi permasalahan ini Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Tim dari Kodim dan BRI langsung melakukan serap gabah petani (Sergap).

Anjloknya harga gabah ini disampaikan Bupati mewakili suara petani kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada acara panen raya padi di Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Rabu 8 Februari 2018.

Hadir pada acara ini Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Komite-II DPD-RI Denty Widi Eka Pratiwi, Aster Kasad Mayjen TNI Supartodi, Bupati Pati, wakil Bulog, BRI, HKTI, KTNA dan para petani.

Luas panen pada musim raya ini di Pati  seluas 58 ribu hektar, diantaranya 1.700 hektar di Desa Wotan. Produktivitas padi jenis Impari ini 9,2 ton per ha.

Bupati Pati Haryanto mengatakan Kabupaten Pati dengan penduduk 1.2 juta jiwa, surplus beras 285 ribu ton pada 2017 dan diperkirakan surplus 350 ribu ton pada 2018, sehingga bisa memasok daerah lain.

"Untuk mengisi stock Bulog lebih baik ambil dari Pati saja,” katanya di acara panen.

Haryanto mengungkapkan perhatian Kementan sangat tinggi dalam meningkatkan produksi pangan di Pati. Faktanya, Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan berupa benih, alat mesin pertanian 515 unit, rehabilitasi irigasi, asuransi usahatani dan berbagai bantuan lainnya.

"Terima kasih kepada Pak Mentan yang telah membantu beri banyak bantuan. Pak Mentan ini setahu saya sudah 3 kali ke Pati. Sehingga Tahun 2017 Pati memperoleh penghargaan Ketahanan Pangan Peringkat III Nasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Aster Kasad Mayjen TNI Supartodi menegaskan TNI mendukung penuh Program Upsus sehingga tidak mau petani merugi. Karena itu, petani tidak perlu takut akan harga gabah turun, sebab akan dibeli langsung oleh Tim Sergap.

“Petani jangan takut, hasil panen gabah langsung dibeli Pak Dandim dan Pak Babinsa bekerjasama dengan Bulog. TNI mendukung penuh program Upsus dan kami tidak mau petani rugi,” tegasnya.

"Ini buktinya Kementan bersama BRI, TNI dan Bulog langsung serap gabah di sawah ini sudah bawa uang, dibayar tunai Rp 22 juta,” sambung dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Yuni Astuti mengatakan Jawa Tengah memasuki panen raya padi Februari 2018 seluas 328 ribu hektar dan Maret seluas 293 ribu hektar. Harga Gabah di Jawa Tengah semula pernah Rp 5.500 hingga Rp 6.000, kini menjadi Rp 4.000 sampai Rp 4.500 per kg.

Untuk diketahui, pada sisi hilirnya, musim panen raya ini, beras sudah masuk ke pasar dan berdampak turunnya harga di Pasar Induk Beras Cipinang  (PIBC). Hal ini diungkapkan Dirut Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi bahwa sejak 26 Januari hingga sekarang beras sudah turun sekitar Rp 400 hingga 625 per kg”Ini Pati surplus justru Pati siap ekspor.

Berita Lainnya