Delegasi Nepal Takjub dengan Hasil Program UPSUS Kementerian Pertanian

Update Tanggal : 12 February 2018 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Program UPSUS yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian menarik perhatian delegasi Nepal. Hal ini diungkapkan pada saat kunjungan 12 orang Delegasi dari High Value Agricultural Project (HPAV) IFAD–Nepal ke Indonesia dalam rangka kegiatan Study Visit Program on Agricultural Value Chain Development, pada tanggal 29 Januari s/d 3 Februari 2018. Tujuan kunjungan antara lain untuk mempelajari secara langsung peran dan kebijakan stakeholders dalam pengembangan dan akses pembiayaan sektor pertanian di Indonesia.

Delegasi Nepal dipimpin oleh Joint Secretary Ministry of Agricultural Development Nepal Mr. Kashi Raj Dahal dan Project Manager HVAP Mr. Rajendra Prasa Bhari. Delegasi Nepal diterima oleh Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pertanian Dr. Kasdi Subagyono serta Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. Nasrullah. Sesi diskusi dipandu oleh Biro Kerja Sama Luar Negeri dan dihadiri oleh seluruh perwakilan Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro Perencanaan menyampaikan paparan mengenai program dan rencana strategis Kementerian Pertanian periode 2015 – 2019 dan khususnya program Upaya Khusus (UPSUS) tujuh komoditas prioritas yakni padi, jagung, kedelai, cabe, bawang, daging dan tebu.

Ketua Delegasi Nepal takjub dengan capaian produksi 6 dari 7 komoditas prioritas yang meningkat signifikan pada tahun 2017 dan tahun sebelumnya. Dari data yang didapat, diantaranya padi mengalami peningkatan sebesar 2,56%, jagung meningkat 18,53%, cabai meningkat 14,5%, tebu meningkat 10,91%, bawang meningkat 3,26%, dan daging yang meningkat sebesar 2,56%.

“Hal ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam meningkatkan produksi di bidang pertanian dalam membangun masyarakat”, ungkap Mr. Kashi Raj Dahal.

Topik lain yang menjadi fokus delegasi adalah masalah kesehatan hewan, yaitu bagaimana penanganan terhadap wabah dan kerentanan penyakit hewan, khususnya penyakit Jembrana. Masalah terkait asuransi pertanian juga menjadi sesuatu hal yang menarik untuk ditelisik bagi delegasi karena hal ini merupakan sesuatu yang baru dalam rangka perlindungan petani.

Pada akhir pertemuan, Delegasi mengharapkan agar dapat mengunjungi salah satu proyek Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) di Bali, dalam rangka meningkatkan pemahaman secara komprehensif berkaitan dengan pemberdayaan kelompok petani lokal.

Delegasi IFAD-Nepal juga menyampaikan penghargaan atas keberhasilan Kementerian Pertanian melaksanakan program pembangunan pertanian di Indonesia.

Berita Lainnya