Sektor Pertanian Masih Menjadi Kekuatan Ekonomi di Indonesia

Update Tanggal : 06 March 2018 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Bali (5/3) - Sektor Pertanian di Indonesia saat ini masih menjadi ruang untuk rakyat kecil. Kurang lebih 100 juta jiwa atau hampir separuh dari jumlah rakyat Indonesia bekerja di sektor pertanian. Untuk itu Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya untuk membina para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar menjadi pondasi yang kuat dalam mendukung ekonomi Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menggelar pelatihan manajemen agrobisnis untuk pelaku usaha kecil dan menengah bekerjasama dengan Asian Productivity Organization (APO) dan Cornel University.

“Pertanian khususnya ketahanan pangan masih bertumpu pada level menengah kecil, kalau sektor ini tidak dijadikan ruang ekonomi, maka ini akan dibawa kemana?. Kita harus bina ruang ini sehingga menjadi kekuatan ekonomi di Indonesia, “ tegas Hari Priyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian saat menghadiri Asian Productivity Organization (APO) Advanced Agribusiness Management Course yang diselenggarakan pada tanggal 5-9 Maret 2018 di Bali Dynasty Resort, Bali.

Selain menghadirkan beberapa pemateri dari APO dan Cornel University, pelatihan ini juga turut dihadiri oleh para pelaku usaha dari beberapa negara untuk bertukar pengalamam dalam rangka mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) dibidang pertanian. Mengingat saat ini ketahanan pangan di Indonesia masih memberikan ruang ekonomi yang sangat luas bagi rakyat khususnya rakyat kecil dan menengah, maka sangat tepat apabila workshop ini diselenggarakan di Indonesia. 

“Kita berharap usaha menegah kecil di Indonesia bisa menjadi pondasi yang kuat dibidang pertanian, jika dibandingkan negara lain pertumbuhan ekonomi rata-rata dikuasai oleh industri besar, sehingga rakyat kecil tidak punya ruang ekonomi rakyat, “ kata Hari.

Lebih lanjut Hari mengatakan bahwa masalah pangan merupakan sektor yang selalu dibutuhkan manusia terlebih konsumen di Indonesia sangat besar. Untuk itu, Hari berharap petani dan UKM pemula agar terus berinovasi bukan hanya menguasai pasar di Indonesia saja, melainkan ekspor untuk komoditas-komoditas tertentu .

Sejauh ini, sudah sekitar 400 UKM telah kita libatkan dalam pelatihan ini dan cukup berhasil. Hari berharap peserta UKM yang telah berhasil dapat mengimplementasikan pengalaman dan menyebarkan ilmu khususnya dari negara lain untuk mengembangkan usaha pertanian di Indonesia.

“Saya berharap pola yang sudah di kembangkan APO tidak berhenti begitu saja. Tetapi juga dapat dikembangkan lebih baik lagi di Indonesia, “ ujar Hari.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Mentan Luncurkan Program BEKERJA di Jawa Timur
23/05/2018
news

Jember, 23 Mei 2018 - Badan Pusat Statistik (BPS) merulis data total penduduk miskin Indonesia di desa tahun  2017 mencapai 16,31 juta orang. Angka ini turun dibanding tahun….

Tidak Ingin Petani Miskin, Mentan BEKERJA
23/05/2018
news

Bondowoso, 22 Mei 2018 - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus bekerja guna mengentaskan kemiskinan. Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) kali ini….

Kementan Dukung Pupuk Indonesia Revitalisasi Pabrik dan Tambah Pasokan NPK 2,4 Juta Ton

Pengelolaan Irigasi dan Drainase Mendukung Ketahanan Pangan

Sektor Perkebunan Mampu Tampil Sebagai Penghasil Devisa Negara

Kementan : Pemerintah Remajakan Sawit Rakyat

ISO SMAP, Karantina Denpasar Anti Suap!

Regulator Karantina Dunia Berbagi Pengalaman di Bali

Revitalisasi Serapan Gabah Petani untuk Memperkuat Cadangan Beras Pemerintah