Lumajang Dapat Hadiah Kenaikan 500% untuk Tingkatkan Produksi

Update Tanggal : 05 February 2016 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Lumajang - Setelah mengalami penundaan akibat helikopter yang dikendarai tidak dapat mendarat di hari Selasa 02/02 dikarenakan hujan yang cukup lebat, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, akhirnya dapat mengunjungi kabupaten Lumajang untuk melakukan panen padi di Desa Selokbesuki, Sukodono, Lumajang, Jawa Timur seluas 134 hektar, Rabu (03/02).

“Mohon maaf kemarin tertunda kedatangan saya karena cuaca tidak memungkinkan untuk mendarat. Tetapi saya bertekad tetap datang pagi ini karena saya tidak pernah janji tapi terus memberikan bukti harus menyelesaikan masalah pertanian langsung di lapangan,” ujar Mentan Amran di hadapan ratusan petani Lumajang.

Mentan secara langsung saksikan panen padi varietas Situbagendit dengan menggunakan Alsintan Combine Harvester. Dari hasil ubinan yang dilakukan sebelumnya varietas Situbagendit dilokasi tersebut menghasilkan 7,67 ton GKG/ Ha.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Paiman, menjelaskan pada Mentan terkait produktivitas 2015 padi sebesar 61,40 (kw/Ha), jagung 51,74 (Kw/Ha), dan kedelai 17,25 (Kw/Ha).

“Luas lahan pertanian untuk tanaman padi se-Kabupaten Lumajang seluas 33.898 Ha, luas lahan sawah Kecamatan Sukodono 1.754 Ha, dan luas lahan sawah Desa Selokbesuki 134 Ha,” jelas Paiman pada Mentan.

Untuk Lumajang produksi padi 2015 naik 7,5%, dari 458 ribu ton yang ditargetkan ternyata realisasinya melebihi dengan capaian 488 ribu ton.tahun ini Lumajang ditargetkan produksi 498 ribu ton dan target Luas Tambah Tanam (LTT) sekitar 5.000 Ha.

Atas prestasi yang dicapai Kabupaten Lumajang, Mentan memberikan hadiah kenaikan anggaran hingga 500% dari hanya 7 miliar naik menjadi 46 miliar.

“Anggaran saya naikkan hingga 500% dengan catatan tahun ini harus naik lagi produksinya setidaknya hingga 20%. Tidak hanya itu, bantuan alat mesin pertanian juga akan kami tambah,” ujar Mentan.

Saat sesi diskusi, Mentan menunjuk seorang petani berusia 81 tahun, Maryoto, untuk bertanya langsung kondisi riil pertanian di Lumajang. Kepada Mentan, Maryoto mengungkapkan kesulitannya mendapatkan pupuk organik. Menurutnya, selama ini petani menggunakan pupuk kimia yang menyebabkan kerusakan lahan.

Maroyoto mengungkapkan, “Dulu pemerintah yang menyuruh menggunakan pupuk kimia sehingga lama-lama lahan kami rusak. Akhirnya, kami menggunakan pupuk organik, tapi pupuk organik ini sulit didapat. Mohon perhatian pemerintah atas masalah ini,”.

Atas keluhan itu, Mentan Amran menanggapi akan memberikan bantuan pupuk organik sesuai kebutuhan petani di Lumajang. Tidak hanya itu, Maryoto juga dihadiahi satu buah traktor oleh Mentan Amran.

“Saya salut dengan bapak yang tetap semangat meski usia sudah tidak muda lagi. Kami akan terus berupaya menyelesaikan permasalahan karena kami sayang dengan petani. Catat nomor HP ajudan saya, laporkan bila bantuan pupuk organik tidak datang dalam waktu dekat. Dan, semoga dengan hadiah traktor ini bisa membantu meringankan pekerjaan bapak,” ujar Mentan pada Maryoto.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Stok Pangan di Lombok Timur Terus Menumpuk Karena Panen
22/02/2018
news

Lombok (20/02) - Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan daerah penghasil padi utama di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sepertinya tanam dan panen selalu ada tanpa jeda di Lotim. Hal….

Mentan Minta Anggaran Pertanian fokus ke Sektor Produksi
20/02/2018
news

Jakarta (20/02) - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman minta kepada peserta Rapat Koordinasi Teknis (Rakorteknis) Perencanaan Pembangunan Pertanian 2019 fokus kepada….

Serap Gabah untuk Membantu dan Mensejahterakan Petani

Indonesia dan Brazil Sepakat Tingkatkan Kerjasama Bilateral Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Mentan Amran Menerima Kunjungan Wakil Menteri Pertanian Brazil

Delegasi Nepal Takjub dengan Hasil Program UPSUS Kementerian Pertanian

Peran Badan Ketahanan Pangan Dalam Pengentasan Kemiskinan

20,5 ton Beras Thailand Gagal Diselundupkan via Belawan

Indonesia Luncurkan Ekspor Perdana Daging Sapi Wagyu Ke Myanmar