Mentan Tinjau Pipanisasi Irigasi Tersier di Situbondo

Update Tanggal : 05 February 2016 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Situbondo - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, bersama Kepala Staf Angkatan Darat, yang diwakil Asisten Teritorial Kasad, Mayjend Kustanto Widiatmoko M.D.A dan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Gatot Irianto, melakukan peninjauan pipanisasi irigasi tersier di Desa Dawuan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Rabu (3/2).

Mentan menjelaskan tinjauan ini bertujuan untuk memastikan kondisi tanaman di lapangan dan terjadinya luas tambah tanam. Khusus di Jawa Timur, telah terjadi luas tambah tanam 900 Ha. 

"Kami cek di lapangan, luas tambah tanam di Jawa Timur dari Desember 2015 sampai Januari 2016 sebesar 900 hektare," uangkap Mentan saat meninjau pipanisasi irigasi tersier.

Penambahan luas tanam yang cukup besar tersebut dapat terealisasi berkat program percepatan tanam yang dikucurkan Kementan. Penambahan jumlah bantuan alat mesin pertanian alsintan, dari 80 ribu unit di tahun 2015 menjadi 100 ribu unit di tahun 2016.

Untuk itu, Mentan optimis terjadi kenaikan produksi padi di awal 2016 dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Pipanisasi irigasi tersier ini telah dibangun pada tahun 2015 yang merupakan bantuan dari Kementan dengan tujuan untuk menambah luas lahan baku pertanian yang terairi sehingga intensitas tanam dan produktivitas pun meningkat.

Pipanisasi irigasi tersier bantuan Kementan ini telah memberikan manfaatkan yang sangat signifikan bagi petani dan lahan pertanian di Situbondo khususnya di daerah irigasi yang diairi Bendungan Dawuan. "Manfaatnya yaitu, pertama terjadi penambahan luas lahan yang terairi dan bisa ditanami padi seluas 250 hektare, dimana sebelumnya lahan pertanian yang dapat terairi hanya 469 hektare menjadi 719 hektare," seperti diungkapkan Agus Fauzi, Kepala Dinas Situbondo kepada Mentan di lokasi pipanisai irigasi.

Kedua, terjadi perubahan pola tanam dari yang sebelumnya padi-padi-palawija, saat ini menjadi padi-padi-padi, sehingga intensitas pertanamanya (IP) dari 1.5 menjadi 3.0. 

Ketiga, lanjut Agus, terjadi peningkatan produktivitas padi dari sebelumnya hanya 5,8 ton per ha menjadi 6,5 ton per ha. 

"Dengan demikian, dengan adanya pipanisasi ini kami optimis hasil pertanian padi di Kabupaten Situbondo di tahun 2016 bisa surplus," tutur Kepala Dinas.

Untuk diketahui, besarnya bantuan Kementan tahun 2016 untuk pembangunan pipanisasi irigasi ini sebesar Rp 250 juta dengan panjang pipa sebesar 240 meter. Daerah lahan pertanian yang diairi yakni Desa Demung, Jetis, Besuki, dan Kalimas Kecamatan Besuki.

 

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik 2017
23/11/2017
news

Palembang, (22/11) - Dalam rangka meningkatkan integrasi dan koordinasi Kementerian/Lembaga di pusat dengan Pemda provinsi dan kabupaten/kota dalam pembangunan dan pengembangan….

Dirjen PKH Tegaskan Ekspor Produk Peternakan Indonesia Siap Tembus Pasar MEA
22/11/2017
news

Malaysia,- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita menegaskan ekspor produk peternakan Indonesia dipastikan….

Dilaut Berjaya di Darat Sejahtera, Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah Resmi Dibuka

Panen Padi di Maros, Mentan Paparkan Rumus Solusi Pertanian

Jaga Produksi Cabai dan Bawang Merah, Inovasi Petani Purbalingga Bisa Ditiru

Kalsel Siap Wujudkan Nawa Cita Sektor Pertanian

Kementan Programkan Pertanian Perkotaan

Luar Biasa, Panen di Lebak 100 Ha

Kucurkan Bantuan untuk Petani Barito Utara, 100 M dan Fokus Tanam Jagung