Mentan Harapkan Middle-Man Bisa Dipangkas

Update Tanggal : 05 February 2016 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Jember - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menjelaskan, petani dirugikan dengan pembelian jagung yang rendah, padahal petani bekerja keras selama 120 hari untuk mendapatkan hasil tersebut. "Sementara middle man (pedagang besar) itu hanya datang sekitar 2 jam dan mendapatkan keuntungan hampir 300%. Ini jelas kondisi pasar yang tidak sehat," tegas Mentan saat berkunjung ke Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Jember, Rabu (03/02).

Kondisi pasar atau tata niaga jagung di Indonesia menurut Mentan saat ini tidak sehat. Tingginya jarak harga jual di tingkat petani dan harga di pasaran umum dinilai sangat merugikan petani.  "Harga di petani sekitar 2.700 per kilogram tebas. Sedangkan di tingkat peternak yang memerlukan jagung untuk pakan bisa mencapai 7.000 per kilogram. Jelas, peternak berteriak," ujar Mentan.

Oleh sebab itu, pihaknya menginginkan agar Badan Urusan Logistik di setiap daerah ikut menyerap komoditas jagung sebagai stabilisator. Dia menginginkan agar pembelian jagung petani harus lebih tinggi dibandingkan pembelian pedagang besar.

"Saya meminta agar Bulog menaikkan pembelian jagung petani dengan selisih Rp 50 per kilogram. Jadi, kalau pedagang menawar Rp 4.200 per kilogram, Bulog harus bisa menawar Rp 4.250 per kilogram," kata Mentan.

"Tetapi jika pedagang sudah menawar jagung petani sebesar Rp 5.000 per kilogram, maka Bulog berhenti dulu. Harga itu sudah bagus dan kita tunggu harga pedagang turun lagi," imbuh Mentan.

Mentan meminta para petani jagung untuk tenang pasca panen jagung. Pasalnya, Bulog merupakan pasar aman yang dapat menyerap komoditas jagung petani. Selain itu, bagi para peternak, apabila harga beli jagung di pasaran umum terlalu tinggi, mereka juga dapat membelinya di Bulog.

"Saya harap, Bulog Sub Divre Jember siap untuk melayani pembeli dan peternak kecil di Jember. Kalau bisa, peternak bermodal besar dipending dulu pembeliannya. Kita dahulukan rakyat kecil," saran Mentan.

Bulog Sub Bagian Divisi Regional XI Jember, sudah siap membeli jagung dari petani, selain komoditas gabah dan beras. Penyaluran jagung ke masyarakat dilakukan lewat Operasi Pasar dengan harga 3.700 per kilogram. 

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Berkat Subak, Petani Bali Tanam dan Panen Padi Tiap Hari
18/01/2018
news

Bali (17/1) - Eksistensi subak di Bali sudah tidak diragukan lagi. Organisasi petani warisan nenek moyang masyarakat Bali ini memang patut dibanggakan. Subak merupakan organisasi….

Sinergi dan Kerja Bersama Untuk Program Mengangkat Kesejahteraan Petani
16/01/2018
news

Jakarta (15/01/2018) - Di awal tahun 2018 ini, Kementerian Pertanian menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2018. Dihadiri oleh ribuan peserta….

Kementerian Pertanian adakan Bazar Beras di 4 Provinsi

Kementan Pastikan Yogya Panen Tiap Hari Hingga Maret

Kementan Beli Bawang Merah Petani Brebes 40 Ton

Produktivitas Panen Tinggi, Revitalisasi Pengairan di Sawah Pangandaran Menuai Hasil

Panen Padi Di Lahan Kering

Swasembada Pangan Suatu Keharusan

Tiada Hari Tanpa Panen di Yogyakarta