Indonesia dan Taiwan Jalin Kerjasama di Sektor Pertanian

Update Tanggal : 11 April 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Jakarta - Indonesia dan Taiwan berencana untuk kembangkan kerjasama di sektor pertanian. Berbagai program kerjasama tersebut dirumuskan dalam pertemuan antara Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian Taiwan Lin Tsung Hsien, Jumat (7/4). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Mentan dengan Menteri Pertanian Taiwan sebelumnya Tsao Chi Hung pada awal November tahun lalu.

“Taiwan berhasil melakukan transformasi dari sistem pertanian yang sangat tradisional menjadi sistem yang modern. Indonesia berharap dapat mengadopsi sistem pertanian beserta teknologinya”, ucap Mentan.

Dalam pertemuan tersebut,  Mentan menyampaikan terdapat tiga bidang kerjasama yang bisa dikembangkan oleh Indonesia dan Taiwan, yaitu infrastruktur irigasi, industri gula, dan modernisasi hortikultura.

Untuk bidang infrastruktur irigasi, Indonesia dan Taiwan berencana membangun embung untuk 4 juta hektare lahan tadah hujan. Sebagai langkah awal, kedua pihak akan menjalankan pilot project dan pemerintah Taiwan akan mengirimkan 10-12 orang tenaga ahlinya ke Indonesia. Action plan untuk program kerjasama ini akan dibahas bulan depan.

Kerja sama dalam pembangunan infrastuktur irigasi sudah mulai dirancang sejak awal tahun ini. Pada 4 – 13 Januari lalu, tim teknis dari Taiwan telah mengunjungi Indonesia untuk mengidentifikasi model irigasi yang cocok dengan karakteristik agroekologi Indonesia. Dua bulan kemudian, Tim Indonesia melakukan kunjungan balasan ke Taiwan untuk mengamati teknologi irigasi Taiwan dan mengidentifikasi model-model irigasi yang dapat diadopsi oleh Indonesia.

Bidang lain yang berpotensi untuk dikembangkan bersama oleh Indonesia dan Taiwan adalah investasi industri gula.  Taiwan sebelumnya sudah menunjukkan ketertarikannya untuk berinvestasi dalam skala besar. Ketertarikan tersebut ditunjukkan ketika Desember tahun lalu, delegasi dari Taiwan sudah melakukan kunjungan untuk secara intensif berdiskusi dengan pihak Indonesia dan Taiwan bersama-sama mengobservasi lahan yang potensial untuk berinvestasi gula.

 “Pimpinan delegasi Taiwan saat itu menunjukkan ketertarikan yang besar untuk berinvestasi di Indonesia. Investasi akan secepatnya dilakukan ketika pemerintah Taiwan memberikan secara resmi persetujuannya”, ungkap Mentan.

Selain itu, Pemerintah Taiwan juga telah memperkenalkan beberapa model teknologi untuk pengembangan sektor hortikultura di Indonesia. Kementerian Pertanian Taiwan melalui International Cooperation and Development Fund (ICDF) dan Taiwan Technical Mission (TTM) telah berhasil  memperkenalkan beberapa model yang dimiliki mereka untuk pengembangan hortikultura di Indonesia.

"Saya sangat menghargai bantuan TTM dalam pengembangan budidaya asparagus di Bali, jambu di Bogor, serta modern green house dan packing house untuk hortikultura di Lembang. Semoga bantuan ini dapat terus dilanjutkan untuk pengembangan hortikultura Indonesia selanjutnya”, kata Mentan.

Di samping tiga bidang tersebut, bidang lain yang menjadi perhatian Indonesia dan Taiwan untuk dikembangkan bersama adalah budidaya pertanian organik. Taiwan akan memberikan pengalamannya dalam budidaya pertanian organik, khususnya pengembangan pertanian organik di wilayah perbatasan yang saat ini menjadi perhatian pemerintah Indonesia.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia
19/10/2017
news

Pontianak (19/10) - "Wilayah perbatasan merupakan bagian integral dan menjadi beranda terdepan.  Kawasan ini berperan penting dan strategis dari perspektif  Negara….

Diversifikasi Pangan untuk Perbaiki Konsumsi Pangan Masyarakat
18/10/2017
news

Kuburaya (18/10) - Dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia XXXVII, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian menggelar Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang….

Peremajaan Kelapa Sawit Untuk Tingkatkan Pendapatan Petani dan Kemajuan Sawit Indonesia

Generasi Muda Harus Didorong Masuk Sektor Pertanian

Pertanian Leading Sektor Pembangunan Berkelanjutan

Mentan Amran Lepas Bawang Merah ke Vietnam dari Enrekang

Kementan Siap Melatih Petani Berpola Pikir Industri

Ekspor Perdana, Karantina Jamin 30 Ton Bawang Merah Tujuan RDTL

Kementan Kawal Kegiatan Perluasan Areal Tanam Kedelai Melalui Dana APBNP 2017