Mentan Sidak ke Pasar di Surabaya, Pastikan Harga Stabil

Update Tanggal : 20 May 2017 , Biro Humas dan Informasi Publik

news

Surabaya - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,  melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak), Pagi Subuh Jumat, 19 Mei 2017 di Pasar Keputren Surabaya. Menteri Pertanian melakukan sidak tanpa didampingi  pejabat pusat maupun daerah bahkan tidak satupun staf yang mendampingi. Menteri yang berkarakter "Pekerja Keras" ini melakukan sendiri memantau dinamika pasar keputren serta berinteraksi dengan pedagang mulai dari  daging ayam, cabai, bawang merah dan beras, mendapat perhatian langsung dari Andi Amran Sulaiman. Menteri Pertanian Sidak Pastikan Harga Pangan Stabil.

Mentan juga langsung memantau harga komoditi pertanian terutama bawang putih karena komoditi ini dianggap masih pada level harga tertinggi. Untuk itu Menteri menghimbau kepada para importir bawang putih agar mematuhi peraturan.

Menteri Pertanian juga merekomendasikan pencabutan izin terhadap importir nakal yang melakukan penimbunan dan memainkan harga di pasaran.

Berita Lainnya

+ ARSIP BERITA

Setelah 10 Tahun, Kementan Raih WTP dari BPK
24/05/2017
news

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). WTP tersebut baru pertama kali diraih Kementan sejak 2006.

….

Kementan Bersinergi Dengan Kemendes PDT dan Kemen BUMN Wujudkan Swasembada Bawang Putih
24/05/2017
news

Sembalun, NTB (24/5) - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama dengan Menteri BUMN, Rini Somarno, Menteri Desa dan PDT, Eko Putro Sandjojo, serta Wakil Gubernur NTB dan Wakil….

Gertam Padi Untuk Peningkatkan Produksi Mendukung Swasembada Pangan

Keterbukaan Informasi Publik untuk Penyelenggaraan Pemerintah yang Bersih dan Terbuka

Komoditas Perkebunan Kembali Bergairah

BPKP Konsisten Mengawal Keuangan Desa

Upaya Peningkatan Pengelolaan Informasi Publik Lingkup Kementerian Pertanian

Optimalisasi Pengelolaan DIP untuk Penderasan Informasi Bidang Pertanian

2017, Pemerintah Target Bangun 30 ribu Embung Untuk Mengairi Lahan 2 juta Ha