KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Daftar Berita

Antisipasi Kekeringan 2026, Kementan Optimalkan Air di Waduk Bajulmati Banyuwangi
Banyuwangi � Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penguatan sistem irigasi sebagai langkah strategis menghadapi potensi El Nino 2026 sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui peninjauan optimalisasi pemanfaatan air Waduk Bajulmati di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, guna memastikan pasokan air irigasi tetap tersedia bagi petani selama musim kemarau serta meningkatkan intensitas tanam di wilayah sentra pangan.
Kejar Swasembada Pangan, Kementan Genjot LTT Lewat PM-AAS dan Pompanisasi di Jateng
Sragen � Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat implementasi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sebagai langkah strategis menggenjot Luas Tambah Tanam (LTT) dan menjaga peningkatan produksi pangan nasional. Melalui penguatan pompanisasi, penyediaan infrastruktur irigasi, dan modernisasi budidaya, Kementan menargetkan lahan tetap produktif sepanjang tahun untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
Tegas! Mentan Amran Langsung Usut Dugaan Perusahaan Tolak Serap Tebu Petani
Surabaya � Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung bergerak cepat setelah menerima laporan adanya dugaan sejumlah perusahaan yang menolak membeli tebu maupun gula milik petani. Saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/7/2026), Mentan Amran seketika menghentikan pembahasan dan langsung memerintahkan agar laporan tersebut ditindaklanjuti.
Ketersediaan Air Jadi Kunci Produksi, Kementan Pacu Banyuwangi Capai IP 300
Banyuwangi � Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat penguatan infrastruktur pengairan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian. Melalui rehabilitasi jaringan irigasi dan pembangunan irigasi perpompaan, Kementan mendorong Kabupaten Banyuwangi meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) hingga tiga kali tanam dalam setahun (IP 300) guna mengoptimalkan produktivitas sawah dan memperkuat swasembada pangan nasional.
Terlambat Ratas Bersama Presiden, Mentan Amran Ternyata Tolong Korban Kecelakaan di Menteng
Jakarta � Awak media menanyakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang terpantau datang sedikit terlambat saat tiba di Istana Kepresidenan untuk mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Menjawab pertanyaan tersebut, Mentan Amran menyebut keterlambatannya terjadi karena beliau harus berhenti membantu korban kecelakaan lalu lintas di tengah perjalanan.
Kementan dan TNI Kebut Cetak Sawah 7.000 Hektare di OKI, Percepat Produksi Menuju Swasembada Pangan
Ogan Komering Ilir � Kementerian Pertanian (Kementan) bersama TNI mempercepat pembukaan 7.000 hektare sawah baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, sebagai bagian dari percepatan program cetak sawah nasional untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat swasembada pangan. Dalam waktu sekitar 20 hari sejak pekerjaan dimulai, lebih dari 130 hektare lahan telah berhasil dibuka, menunjukkan percepatan yang signifikan di salah satu kawasan prioritas pengembangan sawah baru nasional.
Kejar Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Amran Pacu Produksi Nasional Tembus 3 Juta Ton
Surabaya � Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada gula putih nasional dalam dua tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari peremajaan tanaman tebu, peningkatan produktivitas, modernisasi budidaya, hingga transformasi industri gula nasional dengan target produksi gula nasional menembus 3 juta ton pada 2029.
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Pastikan Sinergi MBG dan Pertanian Perkuat Kesejahteraan Petani
Jakarta � Menjelang pelantikannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus memberikan manfaat bagi sektor pertanian. Menurutnya, program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan serta menciptakan pasar yang besar bagi petani, peternak, dan nelayan.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset