KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Mentan Amran: 160 Juta Petani dan Peternak Suplai Program MBG, Kesejahteraan Petani Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah


Rabu, 8 April 2026 13:06:47 M. Digi

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebijakan pemenuhan gizi semata, melainkan sebuah gerakan transformasi besar yang secara langsung berdampak untuk mengangkat derajat kehidupan 160 juta petani dan peternak Indonesia.

 
Buktinya sudah terlihat nyata. Data BPS menyebutkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Februari 2026 mencapai 125,45, angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan resmi BPS di Indonesia.  Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa kesejahteraan petani terus melonjak di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. NTP Februari 2026 meningkat 1,50 persen dibanding bulan sebelumnya, didorong oleh kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,17 persen jauh melampaui kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,65 persen.  Artinya, petani semakin diuntungkan, pendapatan mereka tumbuh lebih cepat dari pengeluaran.
 
Tren positif ini konsisten sepanjang periode Maret 2025 hingga Februari 2026. NTP bergerak dari 123,72 pada Maret 2025, menembus 125,35 pada Desember 2025, dan mencapai puncaknya di 125,45 pada Februari 2026. 
 
Kekuatan terbesar program MBG, menurut Mentan Amran, terletak pada peran strategis sekitar 160 juta petani dan peternak yang menjadi tulang punggung suplai bahan pangan ke dapur-dapur MBG di seluruh pelosok nusantara.
 
“Sekitar 160 juta petani dan peternak kita mensuplai kebutuhan dapur MBG. Ini adalah program mulia, bukan hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi untuk kemaslahatan umat,” tegas Mentan Amran.
 
Mentan Amran menegaskan, kebijakan ini selaras dengan visi kepemimpinan nasional yang berpihak nyata kepada rakyat kecil.
 
“Program Bapak Presiden Prabowo sangat berpihak pada rakyat. Ini nyata, karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengangkat kesejahteraan petani dan peternak,” ujar Mentan Amran.
 
Secara subsektor, hortikultura mencatat kenaikan NTP paling besar, melonjak dari 119,62 pada Januari menjadi 139,57 pada Februari 2026. Subsektor perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan juga menunjukkan peningkatan signifikan. 
 
Lebih dari sekadar program distribusi pangan, MBG dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan, menghubungkan langsung sektor produksi dengan konsumsi masyarakat dalam skala nasional.
 
“Dari sawah, kandang, hingga ke dapur MBG, semuanya terhubung. Ini menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat, adil, dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.
 
Dorongan permintaan besar terhadap komoditas strategis seperti beras, telur, daging ayam, sayuran, dan bahan pangan lainnya dipastikan akan mendorong lonjakan produksi nasional sekaligus membuka lapangan usaha baru hingga ke pelosok daerah.
 
“Ini akan menggerakkan ekonomi desa, meningkatkan pendapatan petani dan peternak, serta memperkuat peran UMKM di sektor pangan,” katanya.
 
Kementerian Pertanian memastikan kesiapan penuh dalam mendukung program ini, ditopang oleh cadangan beras nasional yang saat ini mencapai 4,6 juta ton, angka yang mencerminkan kokohnya fondasi ketahanan pangan nasional.
 
“Dengan stok yang kuat dan produksi yang terus meningkat, kita siap mendukung penuh kebutuhan MBG di seluruh Indonesia,” tegasnya.
 
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kenaikan NTP menunjukkan hasil nyata dari berbagai kebijakan pemerintah di sektor pertanian. Program peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, dan dukungan teknologi mulai memberikan dampak positif bagi petani. 
 
Mentan Amran menekankan, MBG adalah wujud nyata keadilan sosial memastikan generasi penerus bangsa tumbuh sehat, petani hidup sejahtera, dan roda ekonomi nasional berputar semakin kencang.
 
“Ini adalah program untuk rakyat. Program yang memastikan anak-anak kita sehat, petani kita sejahtera, dan ekonomi bangsa kita semakin kuat. Inilah wujud nyata kemaslahatan rakyat,” pungkasnya.
 
Kementerian Pertanian optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan seluruh elemen bangsa, Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional sekaligus pendorong kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkelanjutan.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset