KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

BPS: Produksi Jagung 2025 Naik 6,44%, Tembus 16,11 Juta Ton


Senin, 5 Januari 2026 20:00:37 SZ

 Jakarta, -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton, atau meningkat 6,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, produksi jagung nasional pada 2025 meningkat hampir satu juta ton.

 

“Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 0,97 juta ton dibandingkan dengan Januari hingga Desember 2024,” ujarnya dalam keterangannya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).

 

BPS juga mencatat produksi jagung pada November 2025 berada di level yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan tren produksi yang relatif lebih baik.

 

“Pada November 2025, produksi jagung diperkirakan mencapai 1,03 juta ton dan lebih tinggi dibandingkan November 2024 yang sebesar 0,98 juta ton,” kata Pudji.

 

Untuk periode ke depan, BPS memperkirakan produksi jagung masih berada pada level yang cukup stabil. Potensi produksi pada akhir 2025 hingga awal 2026 juga mengalami kenaikan.

 

“Potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan sebesar 4,22 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton atau 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

 

Dari sisi luas panen, hasil pengamatan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) menunjukkan luas panen jagung pipilan pada November 2025 mencapai 0,16 juta hektare, meningkat dibandingkan November 2024 yang seluas 0,14 juta hektare. Sementara itu, potensi luas panen pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,70 juta hektare.

 

“Potensi luas panen jagung pipilan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 mengalami penurunan sebesar 0,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Pudji.

 

Secara kumulatif, BPS memperkirakan potensi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

 

“Dengan demikian, potensi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan seluas 2,72 juta hektare atau mengalami peningkatan sebesar 0,17 juta hektare atau 6,73 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya.

 

Pudji menegaskan, angka potensi luas panen tersebut telah mencakup jagung yang dipanen tidak untuk dipipil, seperti jagung yang dipanen muda atau untuk hijauan pakan ternak. 

 

“Potensi luas panen ini sudah termasuk tanaman jagung yang akan dipanen bukan untuk dipipil, dan angka potensi masih dapat berubah bergantung pada kondisi pertanaman jagung, seperti serangan hama, banjir, kekeringan, waktu pelaksanaan panen oleh petani, dan faktor lainnya,” pungkasnya.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset