Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran: Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target Presiden
Rabu, 4 Februari 2026 08:45:07 Zaki
Jakarta – Komisi IV DPR RI mengapresiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mencapai swasembada pangan nasional lebih cepat dari target yang ditetapkan Presiden RI. Capaian ini dinilai memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan stabilitas stok beras menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra, dalam Rapat Kerja terkait Kesiapan dan Pengamanan Harga serta Stok Pangan Jelang Ramadan yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Ia menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian.
“Kami mengapresiasi prestasi yang dicapai Kementerian Pertanian. Target swasembada pangan yang awalnya dipasang Presiden empat tahun, kemudian dipercepat menjadi tiga tahun, dengan kerja keras tim Pak Menteri akhirnya bisa dicapai hanya dalam satu tahun. Ini sudah diumumkan langsung oleh Bapak Presiden dan Pak Menteri juga memperoleh penghargaan atas capaian tersebut,” ujar I Ketut Suwendra.
Senada, Firman Subagyo, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Jawa Tengah, juga memberikan apresiasi atas kinerja cepat dan terukur Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang telah mampu mencapai target swasembada pangan dalam waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan target yang ditetapkan Presiden. Ini menunjukkan kerja nyata dan kepemimpinan yang kuat,” ungkap Firman.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ajbar, memberikan apresiasi atas keberhasilan pemerintah dan Kementerian Pertanian dalam melewati masa sulit kebijakan tanpa impor beras.
“Saya ingin memberi apresiasi kepada kita semua, terutama kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran. Masa sulit dan menantang dengan kebijakan tanpa impor beras pada 2025 berhasil kita lewati dengan baik. Ujian terberat ada pada Desember 2025 dan Januari 2026, dan Alhamdulillah semuanya dapat dilalui dengan baik. Bahkan hingga saat ini cadangan beras pemerintah masih tersedia lebih dari 3 juta ton. Ini adalah hasil kerja sama yang patut kita apresiasi bersama,” ujar Ajbar.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Berdasarkan prakiraan kalender nasional, puasa Ramadan diperkirakan berlangsung pada 18 Februari hingga 19 Maret 2026, dengan Idul Fitri jatuh pada 20–21 Maret 2026, menunggu keputusan sidang isbat.
“Berdasarkan hasil pemantauan, proyeksi neraca pangan, serta evaluasi lapangan yang kami lakukan bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, kondisi produksi, pasokan, dan stok pangan strategis nasional berada dalam kondisi cukup dan aman untuk menghadapi Ramadan,” ujar Mentan Amran.
Ia menjelaskan, untuk komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng, kebutuhan nasional diperkirakan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Secara khusus untuk beras, Mentan Amran memaparkan bahwa kondisi nasional sangat terkendali. Pada periode Ramadan, Indonesia memiliki stok awal sekitar 11,61 juta ton, ditambah produksi sekitar 7,98 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 5,12 juta ton. Dengan demikian, neraca beras nasional menunjukkan surplus sekitar 14,48 juta ton, sementara stok beras nasional per Januari 2026 tercatat sekitar 3,34 juta ton, yang dinilai sangat memadai untuk menjaga stabilitas hingga Idul Fitri.
“Kami juga terus melakukan pengamanan produksi di tengah musim hujan dan panen raya, distribusi pasokan dari wilayah surplus ke wilayah defisit, monitoring harga harian melalui early warning system, koordinasi intensif dengan pelaku usaha dan BUMN pangan, serta operasi pasar dan pengawasan bersama Satgas Pangan,” jelasnya.
Dengan kondisi pasokan yang memadai dan langkah pengamanan yang konsisten, Mentan Amran menyatakan optimistis ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terjaga dengan baik, sekaligus tetap melindungi kepentingan petani dan peternak nasional.
“Kami berharap dukungan dan arahan dari Komisi IV DPR RI agar upaya ini dapat berjalan semakin efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.