KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Pakar Hukum Trisakti: Kepemimpinan Mentan Amran Berbasis Data dan Tegas Berantas Penyimpangan, CBP 5 Juta Ton Bukti Nyata


Kamis, 23 April 2026 19:57:45 M. Digi

 Karawang, -- Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, menilai kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan karakter teknokratis yang kuat, berbasis data, serta diikuti langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan sektor pangan terutama Pemberantasan Mafia Beras yang merupakan rangkaian kriminalitas terorganisir yang merusak stabilitas ekonomi nasional.

 

Hal ini tercermin dari paparan Menteri Pertanian terkait capaian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang hari ini mencapai 5.000.198 ton angka tertinggi sepanjang sejarah.

 

Azmi menegaskan, pendekatan yang dilakukan Menteri Pertanian tidak berhenti pada retorika, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata yang terukur.

 

“Jadi bapak tidak hanya retoris, tapi merubah kegiatan berdasarkan data. Kalau saya sebagai dosen melihat bapak, bapak punya integritas teknokratisnya,” ujarnya, Kamis (23/4/2026). 

 

Ia juga menyoroti sistem kepemimpinan yang dinilai jelas dan terarah, khususnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan klasik di sektor pangan. Mulai dari distribusi pupuk, praktik mafia beras, hingga penyimpangan dalam tata niaga.

 

“Sistem kepimpinan bapak juga jelas. Bapak menyelesaikan masalah pupuk, pemberantasan mafia beras tadi, beras oplosan, tidak sesuai standar mutu beras, permainan harga dan kelangkaan, efek jera terhadap pelaku yang curang, termasuk korupsi di internal, termasuk juga bantuan proyek ataupun penyalahgunaan pupuk , clear,” tegasnya.

 

Menurut Azmi, dalam konteks tata kelola pemerintahan, pendekatan teknokratis yang dilakukan tetap berada dalam koridor hukum. Ia menekankan bahwa hukum menjadi instrumen penting sebagai penyeimbang kebijakan.

 

“Ini kan masih berhubungan dengan persoalan hukum,walaupun tadi pak Menteri menyatakan tadi ada kecewa dengan oknum orang hukum , meskipun demikian kerja kerja ini perlu kolaborasi dengan hukum sebab tidak mungkin Pak Menteri tanpa hukum. Karena hukum itu menjadi penyeimbangan dan membuat ketegasan,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, kepemimpinan yang kuat juga terlihat dari kemampuan menjaga keseimbangan kepentingan negara, masyarakat, dan pelaku usaha, tanpa adanya ego sektoral atas ketersediaan kemandirian beras saat ini.

 

“Tidak ada ego sektoral siapapun. ini sinyal menjadi proporsional, menyeimbangkan kepentingan negara, masyarakat dan pelaku dan masyarakat tidak lagi merasakan resah atas ketiadaan beras,” lanjutnya.

 

Azmi juga mengapresiasi keberanian Menteri Pertanian dalam bersikap tegas dan transparan, termasuk dalam membuka data dan mengelola anggaran negara secara akuntabel.

 

“Keberanian Pak Menteri tidak kompromi dengan kepentingan orang lain dan berani transparansi seperti ini. Ini menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas,” katanya.

 

Ia bahkan menilai paparan dan capaian yang disampaikan Menteri Pertanian tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan memberikan pembelajaran bagi publik.

 

“Saya melihat paparannya luar biasa, bisa jadi contoh keterbukaan kepada publik, dijadikan pembelajaran untuk menguatkan bahwa bangsa ini yang  harus dibangun dengan kejujuran dan kegigihan. dan Pak Menteri bilang, jangan ada dusta di antara kita,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh langkah yang dilakukan berangkat dari komitmen untuk memperbaiki sistem dan memastikan data yang digunakan akurat.

 

“Maksud saya, ada yang menguatkan data yang keliru. Itu yang ingin kita akhiri. Kita ingin Indonesia yang terbaik,” ujarnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas, serta menolak praktik-praktik yang tidak transparan.

 

Bersama capaian CBP yang menembus 5.000.198 juta ton, Kementerian Pertanian optimistis fondasi ketahanan pangan nasional semakin kuat, sekaligus menjadi bukti bahwa pembenahan tata kelola yang konsisten dapat menghasilkan capaian yang signifikan.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset