KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Harga Pupuk Bersubsidi Turun, Petani Untung: Kebijakan Prabowo Dongkrak Kesejahteraan Petani


Senin, 13 Juli 2026 09:35:05 M. Digi

GORONTALO � Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai dirasakan manfaatnya oleh petani di berbagai daerah. Penurunan biaya produksi tersebut dinilai mampu meningkatkan keuntungan usaha tani dan mendorong kesejahteraan petani. Dampak positifnya tidak hanya dirasakan langsung di lapangan, tetapi juga tercermin dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) yang menjadi indikator kesejahteraan petani nasional.

Dampak kebijakan tersebut diakui langsung oleh Yogi, petani padi dan sawit asal Aceh yang juga menjabat sebagai ketua kelompok tani. Menurutnya, penurunan harga pupuk menjadi salah satu kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya oleh petani.

�Terkait masalah pupuk, ini sangat luar biasa. Baru kali ini pemerintahan sekarang harga pupuk bisa turun 20 persen. Biasanya harga pupuk Urea bisa Rp150 ribu per sak, hari ini sudah sekitar Rp90 ribu. Luar biasa memang,� ujar Yogi.

Menurut Yogi, turunnya harga pupuk membuat biaya produksi petani berkurang secara signifikan sehingga keuntungan usaha tani meningkat.

�Petani sangat diuntungkan kali ini. Terima kasih Bapak Presiden, dari petani Aceh,� katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Abdul Latif, petani dari Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Ia mengatakan kebijakan pupuk bersubsidi yang lebih murah sangat membantu petani kecil, terutama di wilayah perbatasan.

�Selama ini pupuk mahal. Dengan adanya subsidi yang dibantu kurang lebih 20 persen, masyarakat petani kecil merasa tertolong dengan program Pak Prabowo yang direalisasikan oleh Pak Mentan Amran Sulaiman,� ungkapnya.

Sementara itu, Nurkholis, petani asal Berau, Kalimantan Timur, mengaku baru kali ini sepanjang hidupnya menyaksikan harga pupuk mengalami penurunan.

�Seumur hidup saya dari kecil sampai besar, mulai bapak saya sampai hari ini, inilah sejarah. Pupuk itu harganya turun, bukan naik. Sementara harga gabah naik, harga jagung juga naik, dan BULOG menyerap hasil panen dengan baik,� ujarnya.

Menurut Nurkholis, kombinasi turunnya harga pupuk dan membaiknya harga hasil panen telah memberikan dampak nyata terhadap kondisi ekonomi petani di daerahnya.

�Berasa sekali. Petani-petani di Berau sekarang rata-rata sudah punya mobil sendiri. Saya juga sudah punya. Alhamdulillah. Ini menunjukkan petani semakin sejahtera,� katanya.

Dari Kabupaten Serang, Banten, Anandi Sari juga mengakui manfaat penurunan harga pupuk. Namun, ia berharap akses distribusi pupuk bersubsidi dapat semakin diperluas hingga tingkat desa agar petani lebih mudah memperoleh pupuk dengan harga terjangkau tanpa terbebani ongkos transportasi.

Pada puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026), Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa petani harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, petani merupakan produsen pangan yang memegang peran penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

�Saudara-saudara adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara. Karena itu petani harus hidup dengan baik, petani harus sejahtera, dan petani harus mendapatkan keuntungan dari hasil kerjanya,� ujar Presiden Prabowo di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani, salah satunya penurunan harga pupuk bersubsidi yang dinilai menjadi terobosan bersejarah bagi sektor pertanian nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen merupakan yang pertama kali terjadi dalam sejarah Indonesia. Menurutnya, selama puluhan tahun harga pupuk selalu mengalami kenaikan, namun pada masa pemerintahan Presiden Prabowo justru berhasil diturunkan.

�Bapak Presiden, kami mengucapkan terima kasih mewakili petani Indonesia. Sejak Indonesia merdeka, harga pupuk selalu naik, tetapi pada masa kepemimpinan Bapak justru turun 20 persen. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,� kata Mentan Amran saat menyampaikan laporan pada puncak PENAS XVII.

Selain menurunkan harga pupuk, pemerintah juga melakukan deregulasi dan penyederhanaan distribusi pupuk sehingga akses petani terhadap sarana produksi menjadi lebih cepat dan mudah. Menurut Amran, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Dampak kebijakan tersebut kini dirasakan langsung oleh petani di berbagai daerah. Biaya produksi menurun, keuntungan usaha tani meningkat, dan kesejahteraan petani terus membaik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2026 mencapai 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) tercatat sebesar 132,84 atau meningkat 1,95 persen.

Dalam laporannya pada PENAS XVII, Mentan Amran menyebut capaian NTP tersebut merupakan yang tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa berbagai kebijakan pemerintah yang berpihak kepada petani mulai memberikan hasil nyata. Turunnya harga pupuk, membaiknya harga hasil panen, dan kemudahan akses sarana produksi menjadi faktor penting yang mendorong meningkatnya kesejahteraan petani Indonesia.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset