Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Penguatan Sektor Pertanian sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa
Jumat, 20 Maret 2026 11:27:40 M. Digi
Jakarta, -- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Hal ini disampaikan Presiden dalam program Presiden Menjawab di Mata Najwa. Dia menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara untuk berdiri mandiri di tengah dinamika global.
“Kalau kita ingin benar-benar merdeka, kita harus mampu menjamin kebutuhan pangan kita sendiri,” tegas Presiden Prabowo, Kamis (19/03/2026).
Presiden mengingatkan bahwa pemikiran tersebut sejalan dengan visi Presiden RI Soekarno yang sejak awal kemerdekaan telah menempatkan pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, Bung Karno memahami bahwa tanpa kekuatan di sektor pangan, kemerdekaan hanya bersifat simbolik.
“Bung Karno selalu bicara pertanian,” katanya.
Sebagai bentuk konkret, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pertanian melalui optimalisasi lahan, pembangunan infrastruktur irigasi, serta penguatan sumber daya manusia pertanian. Selain itu, pengembangan riset dan inovasi juga menjadi perhatian utama, termasuk melalui peran institusi pendidikan seperti IPB University.
Sejalan dengan hal itu, Presiden menyoroti perubahan lanskap global yang semakin terhubung, di mana setiap konflik di satu kawasan dapat berdampak luas terhadap negara lain. Ia mencontohkan Perang Rusia-Ukraina yang memicu lonjakan harga pangan dunia akibat terganggunya pasokan gandum dan jagung.
“Perang Ukaraina berdampak ke kita karena gandum dan jagung naik,” katanya.
Menurut Presiden, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bahwa ketergantungan terhadap impor pangan memiliki risiko tinggi di tengah ketidakpastian global. Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat kemandirian pangan dengan memaksimalkan potensi dalam negeri.
Diketahui, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan strategis di sektor pertanian, termasuk peningkatan kesejahteraan petani, stabilisasi harga, serta jaminan distribusi pangan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Kalau 200 tahun lalu perang di Eropa tidak berpengaruh untuk kita. Biar saja Inggris sama Jerman perang atau Prancis dll. Sekarang perang di mana saja berpengaruh,” katanya.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah optimis Indonesia dapat mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi bangsa di tengah tantangan global.
“Jadi sekali lagi, saya lihat kalau kita ingin merdeka kita harus menjamin sumber pangan kita,” jelasnya.