KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Pengamat IPB Apresiasi Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi


Kamis, 5 Maret 2026 14:03:35 M. Digi

BOGOR - Pengamat pertanian dari IPB University, Prima Gandhi, mengapresiasi langkah pemerintah Republik Indonesia yang mencatatkan ekspor beras perdana di tahun 2026 sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi di tengah konflik timur tengah antara Iran - Amerika Serikata dan Israel. Ia menilai ekspor ini menjadi catatan penting penting dalam perjalanan pencapaian swasembada pangan nasional, sekaligus menandai keberlanjutan program peningkatan produksi pertanian yang dijalankan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

 
“Ekspor ini adalah bukti nyata bahwa swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif,” ujar Gandhi, Kamis (5/3).
 
Menurutnya, ekspor beras memiliki nilai strategis tinggi terhadap ketahanan pangan dan keseimbangan perdagangan nasional.
 
Indonesia, lanjutnya, kini menunjukkan kemajuan berarti dalam produksi dan manajemen stok beras, bahkan mencatat cadangan beras terbesar dalam sejarah nasional.
 
“Lompatan produksi kita sangat jauh di atas rata-rata. Kalau stok dan pasokan dalam negeri terjaga, maka ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia di pasar global,” ujarnya.
 
Gandhi menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi kebijakan pemerintah dan kerja keras Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan kapasitas produksi secara terukur, masif, dan berbasis teknologi. 
 
Ke depan, menurutnya, ekspor perdana ini harus menjadi pemicu bagi ekspor-ekspor berikutnya, dengan komitmen menjaga kebutuhan domestik sebagai prioritas utama.“Yang terpenting adalah keseimbangan antara pasokan nasional dan peluang ekspor. Jika itu terjaga, maka ekspor menjadi simbol kemandirian pangan dan daya saing bangsa,” ujarnya menegaskan.
 
Selain ekspor beras, pemerintah juga melepas ekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste, yang akan berlangsung secara bertahap hingga 31 Maret 2026. 
 
Langkah ini memperkuat posisi industri perunggasan nasional yang kini telah swasembada ayam dan telur, serta mulai memperluas ekspansinya ke pasar internasional.
 
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai kemandirian produksi pada sejumlah komoditas strategis, yang kini diarahkan untuk memperkuat ekspor.
 
“Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan beberapa komoditas lainnya. Ekspor ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai berkontribusi pada ekonomi global,” ujar Mentan Amran.
 
Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjadikan pertanian Indonesia sebagai motor ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset