KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

1.440 Hektare Siap Tanam, Kementan Dorong Papua Barat Daya Jadi Lumbung Pangan Baru


Selasa, 11 Agustus 2026 15:48:47 M. Digi

MOSWAREN � Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat Papua sebagai salah satu kawasan produksi pangan baru nasional melalui program Cetak Sawah Rakyat. Di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, seluas 1.440 hektare lahan cetak sawah kini siap ditanami padi dan dikembangkan dengan dukungan mekanisasi pertanian serta pendampingan kepada masyarakat setempat.

Pengembangan tersebut ditandai dengan Tanam Perdana di Lahan Cetak Sawah Moswaren, Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Senin (3/8). Dari alokasi target cetak sawah seluas 5.000 hektare di Kabupaten Sorong Selatan pada 2025, 1.440 hektare di antaranya telah siap masuk tahap pertanaman.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas sentra produksi pangan di kawasan timur Indonesia sekaligus mendorong kemandirian pangan masyarakat Papua. Pengembangan lahan dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat dan tetap memperhatikan hak ulayat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan pertanian di Papua diarahkan untuk membangun kemandirian pangan dengan mengoptimalkan potensi pangan yang dimiliki masyarakat setempat.

�Kita ingin membangun kemandirian pangan di seluruh pulau, termasuk Papua. Pangan untuk saudara-saudara kita di Papua harus dipenuhi dari Papua sendiri. Beras, sagu, ubi, dan pangan lokal lainnya harus kita kembangkan bersama masyarakat setempat,� kata Mentan Amran.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP) Hermanto mengatakan program cetak sawah di Moswaren dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal. Pemerintah, kata dia, hadir memberikan dukungan sarana dan prasarana agar lahan yang sebelumnya belum produktif dapat dikembangkan menjadi kawasan pertanian modern.

�Cetak sawah ini kita bangun berdasarkan persetujuan pemegang hak ulayat. Jadi, dari masyarakat untuk masyarakat. Pemerintah memberikan bantuan, memfasilitasi lahan tidur dirubah menjadi sawah yang lebih produktif. Hasilnya pun untuk masyarakat guna meningkatkan kesejahteraannya. Sekali lagi saya sampaikan, tidak ada cetak sawah itu hak ulayatnya dihilangkan atau diambil alih,� ujar Hermanto.

Untuk mempercepat pengelolaan lahan, Kementan juga memberikan dukungan berupa 50 ton benih padi unggul, puluhan unit traktor roda dua dan roda empat, transplanter, serta drone pertanian. Lahan yang telah siap ditanami selanjutnya dikelola secara modern melalui kelompok-kelompok Brigade Pangan setempat.

Hermanto menilai dukungan mekanisasi dan sarana produksi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian modern di Papua Barat Daya. Dengan dukungan tersebut, lahan yang sebelumnya belum produktif diharapkan mampu menghasilkan pangan sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

�Tujuannya hanya untuk menyejahterakan masyarakat yang ada di wilayah pelosok tanah air di seluruh Indonesia, lebih khusus kita yang ada di Kabupaten Sorong Selatan. Semoga dari hasil cetak sawah ini, kita juga akan menyalurkan hasilnya untuk lima provinsi lainnya yang ada di tanah Papua,� ujar Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengatakan tanam perdana tersebut bukan sekadar momentum dimulainya pertanaman, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan di Papua Barat Daya.

�Hari ini kita sejatinya tidak hanya menanam padi, tetapi kita sedang menanam harapan menuju kemandirian pangan, baik secara lokal di Papua Barat Daya maupun nasional. Dengan ketahanan pangan yang kita miliki, maka kita tidak lagi bergantung pada produk dari luar, dan ini nantinya akan sangat mendukung program Makan Bergizi Gratis ke depan,� ujar Ahmad.

Pengembangan cetak sawah di Papua Barat Daya menjadi bagian dari agenda pemerintah memperkuat kawasan pangan di Tanah Papua. Hingga 2026, pengembangan cetak sawah di Papua Barat Daya tercatat mencapai 4.675 hektare, menjadi bagian dari total 83.030 hektare cetak sawah yang dikembangkan di seluruh Tanah Papua.

Dengan semakin luasnya lahan yang siap ditanami, Kementan berharap Papua Barat Daya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya sendiri, tetapi juga berkembang sebagai salah satu pusat produksi pangan yang berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset