KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

PM-AAS Dorong Produktivitas Padi Capai 12 Ton per Hektare di Serdang Bedagai


Kamis, 20 Agustus 2026 09:17:08 M. Digi

Serdang Bedagai, -- Penerapan Pertanian Modern�Advanced Agricultural System (PM-AAS) kembali menunjukkan hasil positif dalam mendorong peningkatan produktivitas padi. Di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pertanaman padi yang menerapkan sistem PM-AAS sejak April 2026 mampu mencapai produktivitas 12 ton per hektare menggunakan varietas Inpari 33 berdasarkan hasil ubinan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serdang Bedagai.

Capaian tersebut ditunjukkan dalam Panen Bersama Padi Sistem PM-AAS di Kelompok Tani Tunas Harapan, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (13/8). Hasil tersebut menjadi salah satu bukti bahwa penerapan teknologi dan tata kelola budidaya secara terpadu dapat mendorong produktivitas padi sekaligus membuka peluang peningkatan efisiensi usaha tani di tingkat petani.

Beberapa saat lalu Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi pertanian tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

�Yang kita kejar adalah kesejahteraan petani. Pertanian modern harus bertransformasi menjadi pertanian yang menjadikan petani sejahtera,� ujar Mentan Amran.

Penerapan PM-AAS menjadi bagian dari transformasi tersebut dengan mengintegrasikan berbagai teknologi dan pendekatan budidaya, mulai dari penggunaan varietas unggul, pengaturan pola dan jarak tanam, pengelolaan air dan hara, hingga pemanfaatan mekanisasi dalam proses budidaya dan panen. Seluruh komponen diterapkan dengan memperhatikan kondisi spesifik lokasi sehingga teknologi yang digunakan dapat memberikan hasil optimal.

Kepala BRMP Tanaman Pangan sekaligus Penanggung Jawab Satgas Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Utara, Haris Syahbuddin, mengatakan capaian 12 ton per hektare di Serdang Bedagai menunjukkan bahwa PM-AAS dapat diterapkan secara nyata di tingkat petani.

Ia mengajak petani untuk tidak ragu menerapkan sistem tersebut dengan tetap mengikuti petunjuk teknis dan tahapan budidaya yang telah ditetapkan.

�Petani tidak perlu ragu untuk menerapkan PM-AAS. Yang penting adalah mengikuti petunjuk teknis dan melakukan budidaya sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Hasil panen ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut dapat diterapkan dan memberikan produktivitas yang tinggi,� jelas Haris.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Hasil Sembiring menambahkan bahwa keberhasilan penerapan PM-AAS perlu diikuti dengan evaluasi secara konsisten pada setiap musim tanam. Menurutnya, setiap kendala yang ditemukan di lapangan perlu dicatat dan dikomunikasikan bersama penyuluh agar dapat menjadi bahan perbaikan pada musim tanam berikutnya.

�Petani harus memiliki motivasi yang tinggi, aktif, dan agresif dalam mengembangkan usaha tani. Setiap kendala yang ditemukan selama budidaya perlu dicatat dan dikomunikasikan bersama penyuluh sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan berikutnya,� ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, mengatakan capaian produktivitas 12 ton per hektare tersebut memperlihatkan pentingnya penerapan inovasi pertanian secara langsung di lapangan. Menurutnya, modernisasi pertanian tidak berhenti pada penggunaan alat dan teknologi, tetapi harus menghasilkan peningkatan produktivitas, efisiensi, dan pendapatan petani.

�Modernisasi pertanian bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pendapatan petani. Hasil 12 ton per hektare di Serdang Bedagai menjadi salah satu bukti bahwa penerapan PM-AAS memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih luas,� ujar Fadjry.

Ia menambahkan, pengembangan PM-AAS perlu diperkuat melalui pendampingan yang konsisten, peningkatan kapasitas penyuluh, serta evaluasi setiap musim tanam. Pendekatan tersebut penting agar teknologi yang diterapkan dapat terus disempurnakan dan disesuaikan dengan karakteristik lahan serta kebutuhan petani di masing-masing wilayah.

Sementara itu, Direktur Wilayah BRMP Sumatera Utara, Mulyono, menegaskan bahwa capaian di Serdang Bedagai perlu menjadi momentum untuk memperluas penerapan PM-AAS di wilayah Sumatera Utara. Penyuluh pertanian didorong segera mengidentifikasi calon petani dan calon lokasi (CP/CL) yang memiliki kesiapan untuk menerapkan sistem budidaya tersebut.

�Keberhasilan di lokasi ini harus menjadi pembelajaran untuk pengembangan di lokasi lainnya. Kami mendorong penyuluh untuk segera mengidentifikasi CP/CL dan mendampingi petani yang memiliki kesiapan untuk menerapkan sistem PM-AAS,� ujar Mulyono.

Capaian produktivitas 12 ton per hektare di Serdang Bedagai sekaligus memperkuat langkah Kementerian Pertanian dalam mendorong transformasi pertanian melalui penerapan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lokasi. Keberhasilan tersebut menjadi model pembelajaran yang dapat dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain dengan tetap memperhatikan karakteristik lahan, varietas, pola budidaya, serta kapasitas petani.

Melalui penguatan teknologi, mekanisasi, pendampingan, dan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, petani, serta pemangku kepentingan lainnya, penerapan pertanian modern diharapkan mampu terus meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset