KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Hilirisasi Kakao Dipacu, Kementan Fokus Benih Unggul dan Regenerasi Pekebun


Senin, 26 Januari 2026 09:02:24 SZ

 Polewali Mandar (21/06) — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penguatan hilirisasi perkebunan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, serta kesejahteraan pekebun. Upaya ini dilakukan agar komoditas perkebunan, khususnya kakao, tidak hanya berhenti pada produksi bahan baku, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar melalui penguatan rantai nilai dari hulu ke hilir.

 
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui program produksi dan penyediaan benih kakao unggul oleh produsen benih terpilih. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan melibatkan pekebun, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
 
Di wilayah Polewali Mandar, program ini mencakup kegiatan produksi benih kakao pada lahan seluas 5.250 hektare, dengan target produksi mencapai 5.250.000 benih kakao unggul. Benih tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada petani penerima manfaat di Polewali Mandar guna meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta daya saing kakao nasional.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi harus dimulai dari penguatan sektor hulu, terutama melalui penyediaan benih unggul yang berkualitas dan berkelanjutan.
 
“Hilirisasi perkebunan merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan pekebun. Benih unggul menjadi fondasi utama agar produktivitas meningkat dan hasil perkebunan mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ujar Mentan Amran.
 
Selain penyediaan benih, program ini juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan perkebunan modern berbasis inovasi dan teknologi. Regenerasi pekebun menjadi salah satu fokus utama untuk memastikan keberlanjutan sektor perkebunan sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha kakao yang adaptif terhadap perkembangan pasar dan teknologi.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menyampaikan bahwa percepatan penyediaan benih unggul merupakan bentuk komitmen Ditjen Perkebunan dalam memperkuat fondasi pembangunan perkebunan nasional.
 
“Penyediaan benih unggul yang tepat mutu dan tepat waktu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan pekebun,” katanya.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset