KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Kementan Perkuat Pengendalian Hama Tikus di Kendal, Amankan Produksi Menuju Swasembada Pangan


Jumat, 17 Juli 2026 11:07:54 M. Digi

Kendal � Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah pengamanan produksi pangan nasional melalui percepatan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan target swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh jajaran Kementan harus bergerak cepat ketika petani menghadapi kendala di lapangan, termasuk serangan hama yang berpotensi menurunkan produksi.

"Kita tidak boleh membiarkan petani berjuang sendiri. Begitu ada persoalan di lapangan, pemerintah harus hadir dan bergerak cepat. Produksi harus kita jaga karena pangan adalah kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi kunci menuju swasembada," tegas Mentan Amran.

Komitmen tersebut diwujudkan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen TP) bersama Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus di Desa Tabet, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).

Gerakan pengendalian massal ini merupakan respons cepat atas laporan serangan hama tikus yang menjadi kendala utama budidaya tanaman pangan di wilayah tersebut. Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian, Direktur Pelindungan Tanaman Pangan, Rachmad, menegaskan bahwa langkah cepat di lapangan merupakan implementasi langsung dari instruksi Menteri Pertanian agar setiap permasalahan yang dihadapi petani segera ditangani.

"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, tidak boleh ada penundaan dalam menangani keluhan petani di lapangan. Kami di Ditjen Tanaman Pangan, khususnya jajaran Pelindungan, wajib bergerak cepat mengawal dan mengamankan setiap jengkal lahan persawahan dari serangan hama," ujar Rachmad.

Menurutnya, pengamanan pertanaman dari serangan OPT merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Karena itu, pengendalian dilakukan secara cepat, tepat, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar potensi kehilangan hasil dapat ditekan semaksimal mungkin.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal. Gerakan pengendalian juga melibatkan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat yang turun langsung melakukan pengendalian di areal persawahan.

Pengendalian dilakukan secara gotong royong melalui dua metode, yakni gropyokan untuk memburu tikus secara langsung di lahan serta pengemposan atau fumigasi pada lubang-lubang aktif yang menjadi sarang tikus. Kombinasi kedua metode tersebut dinilai efektif menekan populasi hama sekaligus melindungi pertanaman dari ancaman kerusakan.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, petugas lapangan, dan petani menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Melalui pengendalian OPT yang dilakukan secara cepat dan terpadu, Kementan optimistis produktivitas pertanian tetap terjaga sehingga mampu mendukung penguatan ketahanan pangan dan percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset