KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Antisipasi Dampak Kemarau, Kementan Amankan Produksi Padi di Karawang Lewat Bantuan Irigasi


Senin, 3 Agustus 2026 08:20:43 M. Digi

Karawang � Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga produksi padi nasional melalui penguatan infrastruktur air di sentra-sentra pangan. Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kementan menyalurkan 31 unit bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) dan satu unit Irigasi Perpipaan (IRPIP) sebagai langkah mengantisipasi dampak musim kemarau sekaligus memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor penentu keberhasilan produksi pertanian. Karena itu, Kementan terus mempercepat pembangunan dan penguatan infrastruktur air, termasuk melalui program pompanisasi, agar sawah tetap memperoleh pasokan air dan petani dapat terus meningkatkan indeks pertanaman.

"Air adalah faktor penentu produksi. Karena itu, pompanisasi menjadi solusi cepat untuk memastikan sawah tetap mendapat pasokan air sehingga petani bisa terus tanam dan meningkatkan indeks pertanaman," ujar Mentan Amran.

Sebagai tindak lanjut pengamanan produksi di Karawang, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) menggelar rapat koordinasi antisipasi kekeringan, Kamis (29/7).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian BUMN, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait untuk menyusun langkah-langkah mitigasi kekeringan dan memperkuat sinergi penanganan di lapangan. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan pengelolaan sumber daya air berjalan lebih efektif sehingga Karawang sebagai salah satu sentra produksi padi nasional tetap mampu menopang ketahanan pangan Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementan mengalokasikan bantuan 31 unit Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang 310 hektare lahan sawah serta 1 unit Irigasi Perpipaan (IRPIP) untuk 10 hektare lahan pertanian di Kabupaten Karawang. Secara keseluruhan, bantuan irigasi tersebut mendukung 320 hektare lahan pertanian guna memperkuat ketersediaan air pada wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan sehingga petani tetap dapat mempertahankan intensitas tanam dan produktivitas padi selama musim kemarau.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, mengatakan pemerintah kini tidak hanya bersiap menghadapi musim kemarau, tetapi telah bergerak melakukan berbagai intervensi guna meminimalkan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian, terutama pada lahan sawah tadah hujan yang belum memiliki jaringan irigasi memadai.

"Kami sangat mengharapkan seluruh pihak, baik Kementan, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, maupun dinas pertanian memiliki sense of crisis dalam menghadapi situasi ini. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara biasa. Situasinya sudah cukup memprihatinkan sehingga langkah antisipasi harus dilakukan lebih cepat. Jangan sampai kita baru bertindak setelah terjadi kekeringan," ujar Hermanto.

Ia menambahkan, penguatan infrastruktur air harus diiringi dengan koordinasi yang solid antarpemangku kepentingan agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran, terutama di daerah-daerah sentra produksi pangan.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset