Antisipasi El Nino, Kementan Genjot Percepatan Tanam Padi di Sumsel
Sabtu, 6 Juni 2026 23:05:42 M. Digi
SUMATRA SELATAN - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino melalui percepatan tanam padi di berbagai sentra produksi. Upaya ini dilakukan untuk menjaga produksi pangan nasional, meningkatkan indeks pertanaman, serta memastikan target swasembada pangan tetap berjalan di tengah tantangan perubahan iklim.
Percepatan tanam menjadi salah satu strategi utama Kementan dalam mengurangi risiko penurunan produksi akibat berkurangnya curah hujan dan meningkatnya potensi kekeringan. Melalui optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya adaptif, serta penguatan pendampingan kepada petani, pemerintah berupaya menjaga keberlanjutan produksi pangan di berbagai daerah.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementan bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan dan Pemerintah Kota Pagar Alam melaksanakan Gerakan Tanam (Gertam) padi varietas Mekongga dengan indeks pertanaman (IP) 200 seluas 1,5 hektare di Desa Curup Jare, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, Kamis (4/6/2026).
Direktur Pelindungan Tanaman Pangan, Rachmat, selaku Penanggung Jawab Swasembada Sumatra Selatan mengatakan percepatan tanam merupakan langkah konkret untuk menjaga produksi padi di tengah ketidakpastian iklim.
“Gerakan tanam ini bukan sekadar seremonial, melainkan aksi nyata di lapangan untuk mengamankan produksi padi. Dengan dukungan teknologi budidaya dan informasi iklim yang akurat, kami optimistis produktivitas pertanian dapat tetap terjaga sehingga mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujar Rachmat.
Menurutnya, keberhasilan menghadapi tantangan iklim memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga teknis, penyuluh pertanian, dan petani. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam memastikan berbagai langkah adaptasi dapat berjalan efektif di tingkat lapangan.
Selain menjaga produksi, percepatan tanam juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas adaptasi petani terhadap perubahan iklim. Melalui pemanfaatan sumber daya air yang lebih efisien, penerapan pola tanam yang sesuai kondisi wilayah, serta pendampingan berkelanjutan, petani diharapkan mampu mempertahankan produktivitas lahan meskipun menghadapi cuaca ekstrem.
Kementan optimistis langkah percepatan tanam yang dilakukan secara masif dan terukur akan memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung pencapaian target swasembada pangan yang berkelanjutan.