Kementan Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Desa sebagai Fondasi Swasembada Pangan Berkelanjutan
Sabtu, 6 Juni 2026 23:08:47 M. Digi
Bogor — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menjadikan desa sebagai garda terdepan pembangunan pertanian dan penjaga swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Melalui sinergi dengan Universitas Nasional (UNAS), Kementan mendorong penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan produktivitas pertanian, serta pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Magister Administrasi Publik UNAS yang berlangsung pada 5–6 Juni 2026 di Desa Kopo, Desa Cipayung, dan Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus penopang ketahanan pangan nasional.
Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Hotman Fajar Simanjuntak, mengatakan bahwa sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
"Kampus bukan hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," kata Hotman pada Sabtu (6/6/2026).
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, Kementan menyerahkan bantuan benih hortikultura kemasan sachet dan 1.000 eksemplar buku pedoman pertanian kepada masyarakat Desa Kopo. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai budidaya pertanian.
Menurut Hotman, langkah tersebut sejalan dengan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang terus diperluas Kementan untuk meningkatkan ketersediaan pangan keluarga, memperbaiki kualitas gizi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.
“Pemberian bantuan benih sachet ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Pekarangan Pangan Bergizi. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan secara produktif sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga dan desa,” ujarnya.
Selain peningkatan produksi, Kementan juga menekankan pentingnya penguatan hilirisasi dan akses pasar agar hasil pertanian memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani. Potensi pertanian desa perlu didorong agar terhubung dengan pasar yang lebih luas, termasuk sektor pariwisata dan pelaku usaha di sekitar kawasan Cisarua.
"Kami berharap pemerintah desa dapat menggerakkan petani agar lebih produktif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Hasil pertanian perlu didata, disertifikasi, dan dipromosikan, termasuk kepada restoran maupun pelaku usaha di sekitar kawasan wisata Cisarua. Dengan demikian, nilai tambah produk meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terdongkrak,” katanya," terang Hotman.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama UNAS, Prof. Ernawati Sinaga, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah merupakan model pembangunan yang mampu menghasilkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, UNAS berkomitmen menjadikan Desa Kopo sebagai desa binaan sehingga berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pembangunan desa dan sektor pertanian.
Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik UNAS, Dr. Zulmasyhur, menambahkan bahwa pelaksanaan PKM tahun ini dirancang sesuai kebutuhan masing-masing desa agar program yang dijalankan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami membagi mahasiswa ke tiga desa dengan treatment yang berbeda-beda. Harapannya dapat membangun desa sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan, menyambut baik sinergi antara Kementerian Pertanian dan Universitas Nasional. Menurutnya, dukungan berupa pendampingan, transfer pengetahuan, dan penguatan kapasitas masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendorong kemajuan sektor pertanian dan peternakan di desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan Universitas Nasional yang telah memilih Desa Kopo sebagai lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dukungan pengetahuan, pendampingan, dan bantuan yang diberikan sangat kami butuhkan untuk mendukung pembangunan desa, khususnya di sektor pertanian dan peternakan,” ucapnya.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Universitas Nasional, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kecamatan Cisarua diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat desa, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat lokal.