Indonesia Swasembada Pangan, Stok Beras di Aceh Tinggi
Jumat, 16 Januari 2026 20:46:53 SZ
Aceh Utara – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan berkelanjutan. Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan didukung oleh ketersediaan stok beras nasional yang kuat, termasuk di Provinsi Aceh yang saat ini memiliki cadangan beras tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Mentan Amran menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai lebih dari 3 juta ton. Kondisi tersebut menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah terdampak bencana.
“Stok beras nasional kita saat ini sekitar 3,2 juta ton. Termasuk di Aceh, stoknya sangat kuat, bisa untuk 3 hingga 6 bulan ke depan. Tersedia, jadi saudaraku, sahabatku yang terdampak bencana, pangan tidak ada masalah di tiga provinsi. Bahkan seluruh Indonesia,” kata Mentan Amran saat Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana di Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).
Mentan Amran menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga melakukan percepatan pemulihan sektor pertanian guna menjaga keberlanjutan produksi pangan. Ia menyebut, khusus Aceh saat ini masih tersedia sekitar 70 ribu ton beras di gudang Bulog, seiring dengan kembali berjalannya proses penyerapan gabah petani.
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian tidak hanya memastikan ketersediaan stok beras, tetapi juga menjaga kesinambungan produksi di tingkat petani. Pendampingan, rehabilitasi lahan, serta penyaluran sarana produksi dilakukan agar daerah terdampak bencana, termasuk Aceh, dapat segera kembali berproduksi dan menopang ketahanan pangan nasional.
“Alhamdulillah, Indonesia telah satu tahun mencapai swasembada pangan. Ini merupakan capaian strategis dan tercepat berkat gagasan besar Bapak Presiden. Pemerintah memastikan pangan aman, tersedia, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Tercatat, total stok beras yang dikelola Perum Bulog di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 106,7 ribu ton. Dari jumlah tersebut, Provinsi Aceh memiliki stok terbesar, yakni 71,3 ribu ton; disusul Sumatera Utara 25,7 ribu ton; dan Sumatera Barat 9,7 ribu ton.
Secara nasional, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,35 juta ton, yang terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 128 ribu ton. Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa Bulog siap menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, mulai tahun 2026 dan seterusnya, Bulog akan terus memperkuat perannya dalam menyerap hasil petani, menjaga cadangan pangan, serta menyalurkan beras secara optimal ke seluruh wilayah Indonesia.
“Kami akan semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-cita dari Bapak Presiden Indonesia maupun Pak Menteri Pertanian untuk swasembada tahun 2026 dan seterusnya. Bulog sesuai tugasnya melakukan penyerapan, pengolahan, sampai dengan penyaluran semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Ketersediaan stok beras yang kuat saat ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga produksi ke depan. Pemulihan sektor pertanian pascabencana menjadi kunci agar swasembada pangan tidak hanya terjaga hari ini, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.
Ke depan, ketahanan pangan nasional akan semakin diperkuat melalui peningkatan produksi, optimalisasi penyerapan hasil petani, serta dukungan penuh Bulog dalam distribusi pangan. Pemerintah optimistis swasembada pangan nasional dapat terus dipertahankan sebagai pilar utama pemulihan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.