Kementan Gerak Cepat Selamatkan Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung, Pompa Air Langsung Disalurkan
Kamis, 6 Agustus 2026 15:04:11 M. Digi
Lampung � Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengamankan produksi padi di Kabupaten Pesawaran, Lampung, setelah sejumlah areal sawah mulai terdampak penurunan debit air akibat musim kemarau. Melalui penyaluran bantuan pompa air dan rencana pembangunan dam parit, Kementan memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga sehingga tanaman padi petani terhindar dari risiko gagal panen akibat kekeringan.
Langkah cepat tersebut dilakukan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gedong Tataan setelah merespons penurunan debit air di Desa Kurungan Nyawa dan sekitarnya, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Senin (3/8). Kementan menyalurkan bantuan pompa air untuk mempercepat pengairan sawah, sekaligus menyiapkan pembangunan dam parit sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan air di wilayah tersebut.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pompanisasi merupakan langkah cepat yang terus didorong pemerintah untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian sekaligus mempertahankan produksi pangan nasional di tengah tantangan musim kemarau.
"Saya selalu sampaikan bahwa sekarang kita perlu pompanisasi untuk memenuhi air dari sungai ke sawah. Mengapa? Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi cepat ini tidak kita lakukan," kata Mentan Amran.
Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Gedong Tataan, Sholeh, mengatakan penurunan intensitas hujan selama sekitar satu bulan terakhir menyebabkan debit air di wilayah tersebut menurun sehingga mulai berdampak pada areal persawahan.
"Memang terjadi dampak kekeringan. Selama sekitar satu bulan tidak turun hujan, debit air mengalami penurunan sehingga perlu segera dilakukan penanganan," ujar Sholeh.
Untuk mencegah dampak yang lebih luas, BPP bersama Kementan segera memetakan wilayah terdampak dan menyalurkan bantuan pompa air agar pasokan air ke lahan pertanian tetap terpenuhi.
Respon cepat pemerintah mendapat apresiasi dari petani setempat. Anggota Kelompok Tani Negeri Kampai, Khusnun, mengaku bantuan pompa air yang diberikan sangat membantu menjaga tanaman padi yang baru memasuki fase awal pertumbuhan.
"Lahan yang kami kelola sekitar satu hektare. Alhamdulillah pemerintah langsung cepat memberikan bantuan pompa air untuk mengatasi kekeringan yang kami alami," katanya.
Menurut Khusnun, bantuan pompa air mampu meningkatkan debit air pada saluran irigasi sehingga tanaman padi tetap memperoleh pasokan air. Ia juga menyambut baik rencana pembangunan dam parit sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air di wilayah tersebut.
"Pompa air ini bisa menambah debit air di saluran irigasi sehingga sawah kami bisa terselamatkan. Ke depan juga akan dibangun dam parit agar persoalan kekeringan seperti sekarang tidak terulang. Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Kementerian Pertanian," ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, Kementan memastikan pendampingan serta intervensi pengelolaan air terus dilakukan di wilayah terdampak. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas lahan, melindungi hasil panen petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan musim kemarau.