KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Bupati Apresiasi Respons Cepat Mentan Amran Penuhi Kebutuhan Daerah Jaga Produksi Pangan


Kamis, 30 April 2026 15:35:30 M. Digi

 Jakarta – Respon cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memenuhi kebutuhan riil sektor pertanian di daerah dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah berbagai tantangan, termasuk potensi dinamika iklim.

 
Sejumlah kepala daerah menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yang langsung menindaklanjuti usulan daerah tanpa birokrasi berbelit. Apresiasi tersebut disampaikan para bupati usai audiensi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta,  Kamis (30/04/26).
 
Bupati Indramayu, Lucky Hakim menilai pertemuan dengan Mentan Amran berlangsung singkat, namun menghasilkan keputusan konkret yang langsung ditindaklanjuti jajaran Kementerian Pertanian.
 
“Pak Menteri itu cepat, tegas, dan jelas. Tidak bertele-tele. Begitu kami sampaikan kebutuhan, langsung diarahkan dan ditindaklanjuti. Ini yang dibutuhkan daerah,” tegas Lucky.
 
Ia mengungkapkan, dukungan pemerintah pusat telah dirasakan nyata oleh Kabupaten Indramayu melalui bantuan sekitar 640 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) pada 2025. Namun, dengan luas lahan mencapai 125 ribu hektare, pihaknya kembali mengajukan penguatan infrastruktur air dan tambahan alsintan guna menghadapi tantangan El Nino 2026.
 
“Alhamdulillah, Pak Menteri langsung memberikan lampu hijau. Responsnya cepat dan konkret,” ujarnya.
 
Sementara itu, Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman juga menyampaikan apresiasi serupa atas respons cepat Kementerian Pertanian dalam menerima dan menindaklanjuti usulan daerah.
 
Menurutnya, Kabupaten Seram Bagian Barat saat ini tengah mendorong pengembangan komoditas kopi lokal, yakni kopi tuni yang merupakan varietas sejenis robusta dan telah ada sejak masa kolonial.
 
“Kami ingin Seram Bagian Barat punya branding kopi. Selama ini belum dimaksimalkan, padahal potensinya besar. Saat ini sudah tercatat sekitar 750 hektare yang tersebar di empat kecamatan (Kecamatan Taniwel, Kecamatan Huamal, Kecamatan Elpaputih, Kecamatan Inamosol) dan dikelola langsung oleh masyarakat,” jelas Asri.
 
Ia menambahkan, pengembangan kopi tersebut masih membutuhkan dukungan mulai dari pembentukan kelompok tani, penyediaan bibit, hingga peralatan untuk pembukaan dan pemeliharaan lahan.
 
Selain kopi, Pemkab Seram Bagian Barat juga mengajukan bantuan alsintan untuk mendukung pertanian sawah di wilayah selatan yang saat ini terkendala keterbatasan alat.
 
“Kami juga butuh alsintan karena sebagian alat yang ada sudah tidak berfungsi optimal dan berdampak pada produksi,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, Asri menilai Kementerian Pertanian saat ini sangat responsif terhadap kebutuhan daerah.
“Kementerian Pertanian sekarang sangat terbuka dan responnya cepat. Kami ajukan audiensi, beberapa hari kemudian langsung diterima,” ungkapnya.
 
Ia juga menyoroti gaya komunikasi Menteri Pertanian yang dinilai langsung dan solutif.
 
“Pak Menteri itu to the point. Kami langsung ditanya, apa yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya. Itu yang kami harapkan,” katanya.
 
Para kepala daerah berharap pola kerja cepat dan responsif tersebut dapat terus dipertahankan guna mempercepat pembangunan sektor pertanian di berbagai wilayah Indonesia.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset