Petani Karawang Sambut Swasembada Pangan: Produksi Meningkat, Harga Gabah Naik, Kesejahteraan Kian Terasa
Kamis, 8 Januari 2026 11:28:18 SZ
Karawang - Euforia dan semangat petani terus menguat seiring keberhasilan pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional. Di sentra produksi padi Karawang, Jawa Barat, para petani merasakan langsung dampak kebijakan strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mulai dari peningkatan produksi hingga membaiknya kesejahteraan.
Ahmad, petani asal Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, yang telah bertani sejak tahun 1990, mengungkapkan bahwa kondisi pertanian saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau kemajuan sih ada. Sekarang pupuk lebih mudah didapat dan harganya juga turun. Dulu sempat susah, sekarang jauh lebih lancar,” katanya saat diwawancara pada Rabu (7/1/2026).
Sebagai sentra padi nasional, Karawang menjadi bukti nyata keberhasilan swasembada pangan. Ahmad menyebutkan bahwa produktivitas sawah meningkat signifikan. Jika dahulu hasil panen hanya berkisar 2–3 ton per hektare, kini petani mampu menghasilkan lebih dari 6 ton, bahkan mencapai 7–8 ton per hektare.
“Produksi jelas meningkat. Ini berkat bantuan pemerintah, baik pupuk, alat mesin pertanian, maupun kebijakan yang berpihak ke petani yang nyata sampai ke kami,” tambahnya.
Keberhasilan swasembada beras nasional pada 2025, yang ditandai dengan tidak adanya impor beras, turut memperkuat rasa percaya diri petani. Lebih dari itu, kebijakan kenaikan harga gabah dinilai sangat berdampak langsung terhadap ekonomi rumah tangga petani.
“Harga gabah sekarang terasa sekali manfaatnya. Jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Baru setahun sudah terasa. Kesejahteraan di sini meningkat sekitar 70–75 persen,” kata Ahmad.
Hal senada disampaikan Leo, petani Kecamatan Cilebar. Ia menilai kombinasi kebijakan penurunan harga pupuk dan kenaikan harga gabah menjadi faktor paling berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan petani.
“Pupuk lancar, harga padi bagus. Dua-duanya sangat berpengaruh. Panen bagus, tanaman bagus, petani jadi lebih semangat,” ujarnya.
Sementara itu, Karyadi, petani dari Desa Sukapura, Kecamatan Rawamerta, menegaskan bahwa kebijakan pemerintah telah mendorong motivasi petani untuk terus meningkatkan produksi.
“Dengan swasembada pangan ini, kami makin semangat ke depan. Harga padi naik, bantuan alat ada, semuanya terasa di lapangan,” ungkapnya.
Di tengah capaian positif tersebut, para petani juga menyampaikan harapan agar pemerintah terus meningkatkan infrastruktur irigasi guna mendukung keberlanjutan produksi, khususnya di wilayah pesisir Karawang.
Menutup pernyataannya, para petani menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian atas keberpihakan nyata kepada petani.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian. Kami benar-benar merasakan kemajuannya,” ujar Ahmad.
Keberhasilan swasembada pangan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian nasional yang semakin maju, sekaligus memastikan kesejahteraan petani sebagai pilar utama ketahanan pangan Indonesia.