Panen Jagung di Lahan Tidur

Jumat, 1 April 2016 14:59:58

GUBERNUR Kalimantan Selatan Syahbirin Noor memulai panen raya jagung di demplot milik TNI pada lahan tidur eks perkebunan tebu Pleihari, Kabupaten Tanah Laut, kamis (31/3). Dengan wajah semringah, sang gubernur memotong bonggol lalu mengoperasikan mesin pemipil jagung. Panen raya itu juga menarik perhatian warga yang berhenti di sepanjang jalan trans-Kalimantan. Mereka ikut menyaksikan kegiatan yang juga dihadiri Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Benny Indra Pujihastono. Sejak beberapa tahun lalu, lahan di kanan-kiri jalan trans-Kalimantan yang sebelumnya ditanami tebu berubah menjadi hamparan tanaman jagung dan kelapa sawit. "TNI mempunyai komitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Di Kalimantan, kami membangun demplot-demplot pengembangan tanaman pangan dengan memanfaatkan lahan kosong dan lahan tidur," tutur Pangdam. Saat ini, ada ribuan hektare lahan tidur di Kalimantan yang ditanami padi, jagung, dan kedelai oleh TNI. Setiap kodim diwajibkan membangun demplot pengembangan tanaman pangan seluas 2 hektare. Di Kabupaten Tanah Laut, TNI membangun puluhan hektare demplot tanaman jagung dan kedelai. Mereka juga mendukung pencetakan sawah baru dan perbaikan jaringan irigasi. Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Nandang Sunandar, yang hadir dalam kegiatan itu, mengakui dukungan TNI dalam upaya peningkatan produksi pangan sangat besar. "Berkat dukungan TNI, produksi padi nasional meningkat hingga 6%, juga produksi jagung dan kedelai."

Bulog wajib beli
Dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilaporkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Bulog tidak menolak penjualan gabah kering dari petani. "Saya minta petani melapor jika Bulog mempersulit pembelian gabah petani," tuturnya saat panen raya padi di Desa Sidakaton, Kecamatan Tanjung, Brebes. Saat ini, gabah petani di Brebes dihargai sangat rendah oleh para penampung, yakni Rp2.800 per kilo-gram. "Saat hasil panen merosot, harganya juga jeblok," papar Subhan, petani di Bulukamba. Saat petani panen, di Indramayu, Jawa Barat, Bulog justru memasukkan 4.000 ton beras impor ke gudangnya. "Itu beras cadangan nasional dan hanya untuk stok pangan," kilah Kepala Bulog Indramayu Abdul Basit. Ia memastikan beras tidak digunakan untuk program beras sejahtera. "Stok beras sejahtera kita masih aman," tandasnya. Wakil Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, Sutatang, mengaku kecewa dengan kondisi itu. "Kami baru mulai panen raya sehingga stok gabah petani berlimpah. Beras impor akan membuat harga gabah petani merosot," keluhnya. Panen raya juga dilaporkan berlangsung di Kabupaten Mesuji, Lampung. "Lampung menargetkan bisa menjadi lumbung padi nasional. Pemerintah pusat mendukung kami dengan mencetak sawah baru dan sejumlah bantuan lain," ungkap Wakil Gubernur Lampung Bakhtiar Basri. Selain kabar gembira, soal pertanian juga diwarnai kabar buruk, di antaranya serangan hama wereng cokelat dan keong emas di Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, dan hama blas di Kota Sukabumi, Jawa Barat, juga jamur potong leher di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Terkait dengan antisipasi merebaknya virus flu burung, Dinas Peternakan dan Perikanan Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan 4.000 dosis vaksin avian influenza dan 150 liter disinfektan untuk biosecurity. Dinas juga sudah menurunkan tim ke sejumlah peternakan. (JI/UL/NV/AD/BB/BN/LD/DG/AD/N-2)

Sumber : https://mediaindonesia.com/news/read/37603/panen-jagung-di-lahan-tidur/2016-04-01




Berita Lainnya