KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Kementan Percepat Cetak Sawah 2026, Seluruh Konstruksi Ditargetkan Rampung 30 November


Senin, 21 September 2026 15:46:39 M. Digi

Banjarbaru � Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyelesaian konstruksi program cetak sawah tahun 2026 untuk mengamankan target pembukaan lahan seluas 126.000 hektare secara nasional. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin terbatas, seluruh pekerjaan fisik ditargetkan rampung paling lambat 30 November 2026.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan cetak sawah merupakan bagian penting dalam memperkuat fondasi produksi pangan nasional. Menurutnya, penambahan luas tanam harus terus dilakukan seiring dengan peningkatan produktivitas untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

�Kita harus menambah luas tanam dan meningkatkan produktivitas. Itu kunci menuju swasembada pangan,� tegas Mentan Amran.

Komitmen tersebut menjadi salah satu dasar Kementan dalam mengevaluasi dan mempercepat pelaksanaan konstruksi cetak sawah di berbagai wilayah. Evaluasi lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan percepatan pengerjaan, terutama untuk memastikan target fisik dapat diselesaikan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto, menegaskan seluruh pihak yang terlibat harus memiliki komitmen yang jelas karena waktu pelaksanaan tersisa sekitar 70�75 hari. Menurutnya, batas penyelesaian pekerjaan bukan pada akhir Desember, melainkan 30 November 2026.

�Hari ini kita harus jelas dan komitmen, karena sisa waktunya tinggal 70 sampai 75 hari lagi. Kita tidak ingin berspekulasi bahwa pekerjaan ini tidak selesai tahun ini, karena deadline kita bukan Desember, tapi 30 November. Semua pekerjaan cetak konstruksi sawah harus selesai di 30 November,� ujar Hermanto saat rapat evaluasi dan percepatan pelaksanaan konstruksi cetak sawah Tahun 2026 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (17/9/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan secara serentak di tiga provinsi dengan fokus pada evaluasi capaian fisik dan penyusunan langkah percepatan di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi yang menjadi bagian penting dalam pencapaian target cetak sawah nasional. Adapun batas pertanggungjawaban keuangan berakhir pada 15 Desember 2026, sehingga seluruh pekerjaan fisik di lapangan ditargetkan telah selesai sebelum memasuki batas tersebut.

�Ini program prioritas Bapak Presiden dengan target tahun ini 126.000 hektare. Hari ini PPK saya minta keluarkan surat peringatan ke semua pelaksana. Kalau sanggup berarti tambah alat dan selesai sesuai waktu kontrak. Kalau tidak sanggup, kasih tahu sekarang, kita adendum atau kita putus kontrak agar ada waktu relokasi di bulan September ini. Tidak ada tawar-menawar dan tidak ada perpanjangan waktu yang menyeberang ke tahun depan,� tegas Hermanto.

Sejalan dengan itu, Direktur Penyediaan Lahan Kementan, Geloria M. K. Br. Ginting, mengatakan pengawasan dan pengendalian kontrak dilakukan secara intensif bersama BPLIP, pengawas, dan PPK. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh alat berat yang telah terdaftar benar-benar beroperasi secara optimal di lapangan.

�Saya meminta kepada seluruh penyedia jasa untuk mulai melakukan kalkulasi presisi dari sekarang hingga batas waktu 30 November. Langkah kalkulasi ini mencakup penyesuaian target harian land clearing maupun olah tanah, penambahan unit alat berat, hingga penerapan jam kerja lembur guna mengimbangi sisa beban pengerjaan,� ujar Geloria.

Geloria menambahkan, tahun 2026 tidak terdapat fasilitas RPATA seperti yang diterapkan pada tahun sebelumnya. Karena itu, seluruh pelaksanaan pekerjaan harus disesuaikan dengan batas waktu dan skema pertanggungjawaban anggaran yang telah ditetapkan.

�Bapak Ibu, yang perlu kami garis bawahi, kita semua di sini bekerja dalam target. Kerja lembur menjadi keharusan, alat kerja lembur menjadi keharusan karena kesetaraan dengan tambahan alat ini adalah alat yang bekerja di 8 jam. Harus dicek di lapangan karena waktunya ini sudah sangat kritis. Serta kami ingatkan, tahun lalu ada RPATA, tahun ini tidak ada RPATA untuk seluruh kegiatan,� tutup Geloria.

Kementan menegaskan seluruh jajaran dan pelaksana di lapangan harus mengoptimalkan sisa waktu yang tersedia agar target cetak sawah 126.000 hektare dapat diamankan pada tahun 2026. Penyelesaian pekerjaan hingga 30 November menjadi bagian penting untuk memastikan lahan yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan mendukung peningkatan produksi dan ketahanan pangan nasional.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset