Kementan Intensifkan Gerakan Pengendalian Hama, Amankan Produksi Padi di Cilacap
Jumat, 17 Juli 2026 09:59:42 M. Digi
CILACAP � Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya perlindungan tanaman sebagai bagian dari strategi menjaga peningkatan produksi padi nasional dan sebagai langkah antisipasi dampak El Nino. Melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (Gerdal OPT) di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Kementan mengintensifkan langkah preventif menghadapi serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) dan hama tikus agar produktivitas petani tetap terjaga.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perlindungan tanaman merupakan bagian penting dari strategi Kementerian Pertanian dalam menjaga keberlanjutan produksi dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Karena itu, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) harus dilakukan secara dini, terpadu, dan berkelanjutan agar potensi kehilangan hasil panen dapat ditekan serta produktivitas petani tetap terjaga. Langkah tersebut sejalan dengan berbagai program Kementan dalam meningkatkan produksi melalui percepatan tanam, optimalisasi lahan, modernisasi pertanian, hingga pengamanan hasil produksi.
Sejalan dengan arahan tersebut, Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Irham Warohian, mengatakan gerakan pengendalian secara dini merupakan strategi yang efektif untuk menekan risiko kehilangan hasil akibat serangan organisme pengganggu tumbuhan.
"Gerakan pengendalian yang dilakukan secara serempak merupakan strategi efektif untuk memutus siklus perkembangan hama sejak awal. Dengan deteksi dini dan respons cepat, potensi kerusakan tanaman dapat diminimalkan sehingga produktivitas tetap terjaga," ujar Irham.
Gerakan Pengendalian OPT di Desa Salebu melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Kelompok Tani (Poktan), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Kolaborasi tersebut menjadi kunci keberhasilan pengendalian hama secara terpadu di tingkat lapangan.
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan, Rachmat, mengatakan keberhasilan pengendalian hama sangat bergantung pada kekompakan seluruh pemangku kepentingan serta penerapan teknologi pengendalian yang adaptif dan ramah lingkungan.
"Kunci utama Gerdal adalah kebersamaan dan pengamatan yang disiplin. Kami mendorong penggunaan agen pengendali hayati serta pelaksanaan pengendalian secara serempak dalam satu hamparan agar mampu memutus penyebaran wereng maupun tikus secara efektif," kata Rachmat.
Melalui gerakan pengendalian yang terukur, terpadu, dan berkelanjutan, Kementerian Pertanian optimistis produksi padi di Kabupaten Cilacap tetap terjaga. Sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan.