KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Kementan Perkuat Mitigasi Iklim untuk Lindungi Komoditas Perkebunan


Jumat, 17 Juli 2026 10:02:05 M. Digi

Jakarta � Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi untuk melindungi komoditas perkebunan dari dampak perubahan iklim. Upaya ini dilakukan melalui penerapan budi daya adaptif, penggunaan benih unggul, hingga penguatan pendampingan kepada pekebun di berbagai daerah.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan nyata bagi sektor perkebunan, terutama karena pola cuaca yang ekstrem dan tidak menentu.

�Mitigasi terus diperkuat melalui budidaya adaptif, penggunaan benih unggul tahan kering, serta pendampingan kepada pekebun agar produksi tetap terjaga,� ujar Mentan Amran.

Menurutnya, berbagai komoditas perkebunan strategis seperti kopi, kakao, kelapa sawit, hingga tebu berpotensi terdampak apabila perubahan cuaca tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah mendorong berbagai strategi adaptasi agar produktivitas tetap stabil.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil menyampaikan bahwa pengelolaan kebun yang adaptif menjadi kunci menjaga ketahanan subsektor perkebunan di tengah dinamika iklim.

�Pengelolaan kebun yang adaptif, konservasi tanah dan air, serta pemanfaatan informasi iklim menjadi langkah penting agar perkebunan Indonesia tetap tangguh menghadapi cuaca yang semakin dinamis sekaligus membuka peluang inovasi bagi generasi muda di subsektor perkebunan,� ucap Ali Jamil dalam keterangannya pada Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengembangkan berbagai program pembinaan untuk memperkuat kesiapsiagaan pekebun menghadapi dampak perubahan iklim. Mulai dari penggunaan benih unggul yang lebih adaptif terhadap perubahan cuaca, penerapan konservasi tanah dan air, hingga pengelolaan kebun yang lebih berkelanjutan. Pendampingan kepada pekebun juga terus ditingkatkan, terutama dalam mengantisipasi meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman yang kerap dipicu perubahan iklim.

Salah satunya melalui pembangunan demplot mitigasi dan adaptasi iklim sebagai kebun percontohan yang menerapkan teknik budi daya hemat air dan ramah lingkungan. Di lokasi tersebut, pekebun dilatih mengelola kebun saat musim kemarau, memanfaatkan pestisida alami, serta mengolah limbah pertanian menjadi kompos melalui prinsip ekonomi sirkular.

Ali Jamil menambahkan bahwa teknologi memiliki peranan penting dalam mendukung adaptasi subsektor perkebunan. Saat ini, berbagai informasi terkait cuaca, teknik budi daya, hingga pengelolaan kebun dapat diakses dengan lebih cepat sehingga membantu pekebun dalam mengambil keputusan yang tepat di lapangan.

�Kami berkomitmen untuk hadir mendampingi pekebun di setiap jengkal lahan. Melalui transformasi digital dan penguatan kelembagaan, kita bangun ekosistem perkebunan yang tidak hanya tahan banting terhadap perubahan iklim, tapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara mandiri dan berkelanjutan,� jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan program Pembukaan Lahan Tanpa Membakar (PLTB) untuk mendukung praktik perkebunan yang lebih ramah lingkungan. Pengelolaan tata air di lahan gambut turut diperkuat melalui pembangunan sekat kanal agar lahan tetap lembap dan produktif saat musim kering.

Kesiapsiagaan masyarakat juga diperkuat melalui pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Karlabun) serta Kelompok Tani Peduli Api yang berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah perkebunan.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pengembangan desa pertanian organik guna mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus menjaga kesuburan tanah. Dalam praktik budi daya sehari-hari, pekebun diimbau memanfaatkan limbah tanaman sebagai pupuk organik, memberikan pupuk sesuai dosis, menjaga tata kelola air, rutin memantau kondisi tanaman dan perkembangan informasi cuaca, serta menerapkan pola tumpang sari dan penggunaan tanaman penutup tanah untuk menjaga kelembapan.

�Bagi kami, kebun adalah masa depan. Dengan pola tanam yang adaptif dan ramah lingkungan, kami siap menjaga perkebunan Indonesia tetap tangguh menghadapi tantangan iklim dunia. Menjaga kebun hari ini berarti menjaga pangan, ekonomi, dan masa depan Indonesia. Perkebunan tangguh, Indonesia kuat,� pungkas Ali Jamil.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset