KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Kementan Genjot Pengembangan Tebu di Bombana, Targetkan Kawasan Produksi 1.000 Hektare


Jumat, 17 Juli 2026 10:32:22 M. Digi

Bombana � Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat perluasan sentra produksi tebu di berbagai daerah sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional. Salah satu kawasan yang kini dipacu pengembangannya adalah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, yang ditargetkan berkembang menjadi kawasan tebu seluas 1.000 hektare.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas basis produksi gula nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia yang dinilai masih memiliki potensi lahan cukup besar untuk mendukung peningkatan produksi tebu sekaligus memasok kebutuhan bahan baku industri gula.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, mengatakan Bombana memiliki prospek yang sangat baik untuk berkembang sebagai sentra tebu baru. Pengembangan dilakukan secara bertahap agar mampu menciptakan kawasan perkebunan yang produktif dan berkelanjutan.

"Bombana memiliki potensi sumber daya lahan yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai sentra tebu baru. Dengan pengembangan kawasan yang dilakukan secara bertahap, kami optimistis daerah ini akan menjadi salah satu penopang produksi tebu nasional sekaligus memperkuat upaya pemerintah mewujudkan swasembada gula," kata Heru.

Heru menjelaskan bahwa pembangunan kawasan tebu tidak hanya berfokus pada penambahan luas areal tanam, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kebun, mendorong masuknya investasi di sektor perkebunan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan pekebun.

Untuk memastikan pengembangan berjalan optimal, Kementan mengawal seluruh tahapan pelaksanaan program, mulai dari penetapan calon petani dan calon lokasi (CPCL), pendampingan teknis budidaya, hingga penyediaan sarana produksi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat terbentuknya ekosistem usaha tebu yang kuat dan berdaya saing.

"Kementerian Pertanian terus mengawal setiap tahapan pelaksanaan program, mulai dari penetapan CPCL, pendampingan budidaya, hingga penyediaan sarana produksi. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci agar kawasan tebu Bombana dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ucap Heru.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan hingga mencapai 1.000 hektare diharapkan mampu menjadikan Bombana sebagai salah satu sentra produksi tebu baru yang tidak hanya memenuhi kebutuhan bahan baku industri gula, tetapi juga memperkuat kontribusi Sulawesi Tenggara terhadap produksi gula nasional.

Pengembangan Bombana juga sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menempatkan komoditas tebu sebagai salah satu sektor prioritas dalam mempercepat swasembada gula.

Pada berbagai kesempatan, Mentan Amran menegaskan bahwa setiap daerah yang memiliki potensi lahan perlu dioptimalkan agar mampu meningkatkan produksi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus mempercepat pengembangan kawasan tebu skala masif. Pada tahun 2026, Kementan menargetkan pengembangan kawasan tebu seluas 97.970 hektare sebagai langkah konkret mewujudkan swasembada gula nasional.

Kementerian Pertanian juga akan terus mendorong percepatan pengembangan kawasan, didukung sinergi dengan pemerintah daerah dan pekebun, sehingga target swasembada gula dapat tercapai dan kesejahteraan pekebun semakin meningkat.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset