KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Daftar Berita

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan
Banjarbaru � Komisi IV DPR RI mendukung langkah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat kesiapsiagaan subsektor peternakan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino melalui penguatan kapasitas laboratorium veteriner. Penguatan sistem kesehatan hewan dinilai menjadi kunci untuk mengantisipasi risiko gangguan produksi peternakan akibat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi
Jakarta � Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pemerintah hadir untuk menjaga keseimbangan harga ayam dan telur agar peternak memperoleh keuntungan yang layak sekaligus masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rembuk perunggasan yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Kementerian Pertanian, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan sektor perunggasan.
Mentan Amran Gelontorkan Bantuan Rp1,3 Triliun untuk Papua Selatan, Perkuat Lumbung Pangan Indonesia Timur
Merauke � Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp1,33 triliun untuk Provinsi Papua Selatan sebagai langkah strategis memperkuat kawasan tersebut sebagai lumbung pangan di Indonesia timur. Bantuan ini menjadi bagian dari percepatan modernisasi pertanian yang telah terbukti meningkatkan luas tanam, indeks pertanaman, produktivitas, produksi, hingga pendapatan petani melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah).
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Parent Stock Ayam ALOPE UNHAS-1, Perkuat Pasokan Protein Hewani Nasional
Makassar, -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) mendukung pengembangan 5.000 ekor parent stock (indukan) Ayam ALOPE UNHAS-1 sebagai langkah memperkuat penyediaan protein hewani nasional sekaligus mempercepat hilirisasi inovasi hasil riset perguruan tinggi.
Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Cilacap � Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat gerakan tanam pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak yang digelar pada Jumat (3/7/2026) di 25 provinsi dengan target tanam sekitar 50.000 hektare.
Anak Muda Papua Bertani Dengan Drone, Mentan Amran: Pertanian Modern Merauke Sejajar Negara Maju
Merauke � Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melihat langsung anak muda Papua mengoperasikan drone dan berbagai alat mesin pertanian (alsintan) modern. Ini menjadi bukti bahwa pertanian di Merauke, Papua Selatan, telah sejajar dengan praktik pertanian di negara-negara maju. Penguasaan teknologi oleh generasi muda Papua tersebut menjadi fondasi penting dalam percepatan swasembada pangan nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat
Merauke � Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan tanam padi bersama petani di Desa Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa seluruh program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah) yang kini berjalan di Papua Selatan sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya putra-putri asli Papua, sebagai bagian dari percepatan swasembada pangan nasional.
Hadapi Potensi El Nino 2026, Kementan Percepat Pompanisasi untuk Selamatkan Musim Tanam dan Jaga Produksi Pangan
Indramayu � Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program pompanisasi sebagai langkah mitigasi utama menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026 yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berada pada kategori lemah hingga moderat. Melalui percepatan penyaluran pompa air, rehabilitasi irigasi, dan optimalisasi sumber air, pemerintah berupaya memastikan petani tetap dapat menanam, menjaga produksi pangan nasional, serta mempertahankan target swasembada pangan.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset