Jakarta - Swasembada pangan tidak lahir dari sawah semata. Ia dimulai dari keberanian pemerintah membenahi persoalan yang selama bertahun-tahun membebani petani, mulai dari birokrasi pupuk yang berbelit, tingginya biaya produksi, keterbatasan air, hingga kepastian harga gabah. Berbagai reformasi yang dijalankan Kementerian Pertanian dalam dua tahun terakhir kini tidak hanya mendorong peningkatan produksi pangan nasional, tetapi juga mulai mengubah kesejahteraan petani di lapangan.