KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Daftar Berita

Mentan Amran Bongkar Dugaan Mafia Mainkan Harga Beras Fortifikasi, Dijual hingga Rp42 Ribu/Kg Tak Sesuai Ketentuan
Jakarta � Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik permainan harga beras fortifikasi yang dijual jauh di atas harga wajar meski tidak memenuhi standar mutu sesuai SNI 9314:2024 untuk Kernal Fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi. Dalam temuan awal Kementerian Pertanian, beras fortifikasi yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat rentan, termasuk penderita stunting dan kekurangan gizi, ditemukan dijual hingga Rp42.000 per kilogram, padahal secara perhitungan biaya produksi dan fortifikasi seharusnya dapat dipasarkan jauh lebih rendah.
Mentan Tegaskan, Rp 2 Triliun Bukan Untung Penggilingan tapi Merampas Hak Rakyat
Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan hasil analisis mendalam terhadap tata niaga beras nasional bertajuk Darurat Mafia Beras. Hasil analisis menunjukkan kerugian mencapai Rp98 triliun akibat peredaran beras premium yang tidak sesuai standar mutu, ditambah potensi kerugian konsumen hingga Rp71,9 triliun per tahun dari peredaran beras fortifikasi yang tidak memenuhi syarat.
Kementan Kenalkan PM-AAS di Inagritech 2026, Inovasi Pertanian Modern untuk Dongkrak Produktivitas Padi
Jakarta � Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing guna memperkuat swasembada pangan. Selain memperluas areal tanam melalui program cetak sawah dan optimasi lahan, Kementan juga mengakselerasi peningkatan produktivitas di lahan eksisting melalui PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System), sebuah metode intensifikasi yang dikembangkan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.
Mentan Amran Perkuat Industri Gula Nasional, DPP APTRI: Seluruh Pabrik Gula Rafinasi Juga Harus Bangun Kebun Sendiri
Jakarta � Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus memperkuat industri gula nasional melalui peningkatan produksi tebu dan penguatan keterpaduan sektor hulu hingga hilir sebagai langkah strategis mewujudkan swasembada gula. Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari Dewan Pembina DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang mengusulkan agar seluruh pabrik gula rafinasi ikut membangun kebun tebu sendiri guna memperkuat pasokan bahan baku dalam negeri.
Mentan Amran: Presiden Minta Tingkatkan Produksi, Semua Pengolahan Gula Wajib Miliki Kebun Tebu
Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus memperkuat produksi gula nasional sesuai arahan Presiden untuk mempercepat swasembada pangan. Mentan Amran menyampaikan bahwa kewajiban kepemilikan kebun tebu bagi industri pengolahan gula bukan aturan baru, melainkan penegasan kembali atas norma yang sudah ada sejak lama namun selama ini longgar dalam penerapannya.
Mentan Amran Pastikan Sinergi Kementan-BGN Tetap Solid, Siap Dukung Sudaryono Sukseskan MBG
Jakarta � Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Kementerian Pertanian akan terus memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Sudaryono. Menurutnya, kolaborasi kedua lembaga menjadi kunci keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat penyerapan hasil pertanian nasional demi meningkatkan kesejahteraan petani.
Mentan Amran Gerak Cepat Pulihkan Pertanian Aceh, Gubernur Mualem Apresiasi dan Sampaikan Terima Kasih
Jakarta � Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat memulihkan lahan pertanian di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan dukungan senilai Rp2,5 triliun untuk mempercepat rehabilitasi sawah dan perkebunan, sekaligus memastikan petani dapat segera kembali berproduksi.
KopDes Merah Putih Pangkas Rantai Pasok, Mentan Amran: Rp263 Triliun Bisa Kembali ke Petani
Jakarta � Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi instrumen penting untuk memangkas rantai pasok hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui sistem distribusi yang lebih pendek, keuntungan yang selama ini dinikmati rantai perantara diyakini dapat kembali ke petani dan menggerakkan ekonomi desa.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset