KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Air Ditarik 2 Km, Kementan Selamatkan 309 Ha Sawah Cirebon


Selasa, 11 Agustus 2026 15:45:29 M. Digi

CIREBON � Kementerian Pertanian (Kementan) mengalirkan air sejauh 2 kilometer untuk menyelamatkan pertanaman padi seluas 309 hektare di Dusun Kayen, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang terancam kekeringan. Air dipompa dari Daerah Irigasi (DI) Rentang Kanan menuju lahan petani melalui sistem pompanisasi dan pipanisasi.

Upaya tersebut dilakukan di tengah terbatasnya pasokan air irigasi akibat kemarau. Tanaman padi yang telah berumur 45 hingga 60 hari membutuhkan tambahan pasokan air agar tidak mengalami kerusakan dan berujung pada gagal panen. Bahkan, tanaman yang mulai mengering diperkirakan hanya memiliki waktu sekitar 3�4 hari untuk segera mendapatkan air.

Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Sesdit Ditjen LIP) Kementan, Dhani Gartina mengatakan sistem pompanisasi dan pipanisasi tersebut diharapkan dapat mengairi seluruh areal pertanaman yang terdampak. Hal tersebut disampaikan di Cirebon pada Jumat (7/8/26).

"Jadi, sementara petani menyelamatkan ini dengan sumur-sumur dangkal, sumur pantek. Dengan adanya pipa dan pompanisasi ini, harapan kami ini bisa selesai semua 300 hektare. Petani sudah tidak ada kekhawatiran yang 309 itu tidak panen. Mudah-mudahan ini segera selesai, karena pertanaman yang kering ini membutuhkan air kurang lebih 3-4 hari lagi harus sudah terairi," ujar Dhani.

Menurut Dhani, sumber air dari DI Rentang Kanan dimanfaatkan untuk mengatasi keterbatasan pasokan air yang sebelumnya hanya mengandalkan sumur dangkal dan sumur pantek milik petani. Dengan pompanisasi, air dapat dialirkan langsung menuju lahan yang membutuhkan.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mendorong penguatan pompanisasi sebagai solusi penyediaan air bagi lahan pertanian, khususnya menghadapi ancaman kekeringan.

"Saya selalu sampaikan bahwa sekarang kita perlu pompanisasi untuk memenuhi air dari sungai ke sawah. Mengapa? Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi cepat ini tidak kita lakukan," ujar Mentan Amran.

Bagi petani, keberadaan jalur pipa sepanjang 2 kilometer menjadi harapan untuk mempertahankan tanaman yang telah ditanam. Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani Dusun Kayen, Kecamatan Susukan, M. Saiproni, mengatakan kondisi kekurangan air sebelumnya membuat petani khawatir kembali mengalami gagal panen.

"Kalau dalam 10 hari ke depan tidak ada air yang mengalir ke sana, berarti gagal panen seperti kejadian di 2024. Waktu itu kami garap sawah 3,5 hektare, satu biji gabah pun tidak panen. Untuk makan sudah susah. Alhamdulillah, Pak Kementan mengabulkan permohonan kami dikasih mesin pompa air yang jaraknya 2 kilometer ke lokasi sawah kami. Saya mewakili seluruh petani, beribu terima kasih kepada Bapak Kementan. Semoga atas bantuan ini bisa membantu petani kami di sini," ungkap Saiproni.

Petani lainnya, Soekarno, juga mengaku terbantu dengan adanya pompanisasi dan pipanisasi. Sebelumnya, sumur pantek di lahan miliknya tidak lagi mengeluarkan air.

"Yang jelas, saya sebagai petani minta bantuan air, karena dari sumur pantek itu tidak keluar airnya. Terima kasih Bapak Menteri, padahal mengajukan baru kemarin, langsung direspons. Kita diberi mesin air terus paralon sampai ujung sekitar 2 kilometer," kata Soekarno.

Untuk memenuhi kebutuhan air di Blok Kayen, Desa Susukan, Kementan menyalurkan dua unit pompa hybrid yang menggunakan elektromotor, listrik dan solar panel, serta pipa sebanyak 500 batang dengan total panjang 2 kilometer. Sementara untuk Desa Geyongan, disalurkan satu unit pompa hybrid dengan pipanisasi sepanjang 1,5 kilometer.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Denny Nurcaya, mengatakan intervensi tersebut penting untuk menjaga pertanaman petani karena pasokan air irigasi gilir dari Majalengka sudah tidak mencukupi.

"Kemarin sudah dikirim pompa beserta pipanya. Untuk Blok Kayen Desa Susukan, kami mendapatkan dua unit pompa hybrid dengan elektromotor, listrik dan solar panel, serta pipa sebanyak 500 batang atau 2 kilometer. Kemudian untuk Desa Geyongan kami mendapatkan bantuan satu unit pompa hybrid dan pipanya sepanjang 1,5 kilometer. Mewakili Bupati dan warga masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian sehingga kami tidak lagi mengalami gagal panen," tegas Denny.

Melalui pompanisasi dan pipanisasi tersebut, Kementan memastikan sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan pertanaman padi di tengah keterbatasan pasokan air. Upaya ini menjadi bagian dari mitigasi kekeringan untuk menjaga produksi dan mencegah kehilangan hasil di tingkat petani.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset