KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Cegah Puso di Jatim, Mentan Amran Targetkan 95 Persen Lahan Terancam Kekeringan Terselamatkan


Kamis, 20 Agustus 2026 08:50:40 M. Digi

Surabaya � Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan sedikitnya 95 persen dari sekitar 1.000 hektare lahan pertanian yang terancam kekeringan di Jawa Timur dapat diselamatkan dari risiko puso. Langkah antisipasi dilakukan sejak dini melalui percepatan pompanisasi bagi lahan yang masih memiliki sumber air serta pembangunan sumur dalam dan sumur dangkal untuk wilayah yang tidak memiliki sumber air.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Kekeringan yang digelar di Bappeda Jawa Timur, Rabu (12/8). Dalam rakor tersebut, Mentan Amran meminta seluruh jajaran tidak menunggu kerusakan meluas, tetapi langsung memetakan lahan, sumber air, serta kebutuhan intervensi di setiap lokasi.

Menurut Mentan Amran, penanganan harus dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Lahan yang memiliki sumber air permukaan akan segera mendapat pompa, sedangkan lahan yang tidak memiliki sumber air akan ditangani dengan pembangunan sumur dalam maupun sumur dangkal.

�Yang tidak ada air, bangun sumur dalam, sumur dangkal. Kemudian ada yang terancam sekitar 1.000 hektare. Sekarang 1.000 ini kita petakan, kita bergerak duluan,� katanya.

Mentan Amran mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mencegah dampak kekeringan meluas dan mengganggu produksi pangan. Menurutnya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, sudah memiliki langkah cepat supaya petani tidak mengalami kerugian akibat puso.

�Pertama kami mengucapkan terima kasih Pak Wagub, luar biasa sangat sigap. Kami apresiasi Wagub terbaik saat ini. Nah sekarang ada kekeringan, betul-betul beliau cepat preventif, pencegahan,� ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak ingin menunggu hingga kekeringan berkembang menjadi puso. Karena itu, intervensi dilakukan berdasarkan kondisi sumber air di masing-masing wilayah agar penanganan dapat langsung dieksekusi di lapangan.

Dari sekitar 1.000 hektare lahan yang terancam, pemerintah menargetkan lahan yang mengalami puso maksimal hanya 5 persen atau sekitar 50 hektare. Bagi petani yang lahannya tetap terdampak puso, pemerintah menyiapkan bantuan benih padi secara gratis sehingga petani tidak menanggung beban sendiri.

�Intinya jangan ada petani terbebani. Puso kita upayakan maksimal 5 persen dari total seribu, berarti 50 hektare ini antisipasi langsung. Berikan gratis benih. Pompa kalau di seluruh Indonesia ada 17 ribu,� tegas Mentan Amran.

Selain Kementan, upaya mitigasi juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa. Dukungan juga akan diperkuat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Pupuk Indonesia untuk membantu kebutuhan petani terdampak.

Mentan Amran mengatakan pola penanganan tersebut tidak hanya diterapkan di Jawa Timur. Kementan juga tengah melakukan pemetaan dan menyiapkan intervensi serupa di sejumlah wilayah yang berpotensi menghadapi kekeringan, antara lain Jawa Barat, Banten, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Emil meminta seluruh jajaran pemerintah daerah segera mengidentifikasi sumber air permukaan yang masih dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian. Pemda juga diminta memastikan kesiapan peralatan pengeboran sehingga pembangunan sumber air alternatif dapat dilakukan tanpa menunggu proses birokrasi yang berlarut.

�Mohon penguatan bahwa memang arahnya semua harus mengidentifikasi sumber air permukaan yang bisa dipompa, dan kesiapan untuk semua bor. Kesepakatan dalam waktu berapa lama diselesaikan. Begitu selesai pemetaan, kita langsung eksekusi,� ungkap Wagub Emil.

Rakor Jawa Timur menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan Kementan menghadapi ancaman kekeringan di berbagai sentra produksi pangan. Koordinasi dan langkah serupa juga diarahkan ke sejumlah wilayah lain yang berpotensi menghadapi ancaman kekeringan, antara lain Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset