Kementan Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Hilirisasi Perkebunan
Selasa, 10 Maret 2026 13:29:38 M. Digi
Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci peningkatan nilai tambah dan penguatan ekonomi nasional. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kolaborasi bersama sejumlah stakeholder, termasuk di wilayah Jawa Timur sebagai upaya percepatan hilirisasi komoditas strategis perkebunan, seperti tebu, kopi, kelapa, kakao, dan lainnya.
“Kita tidak boleh lagi menjual bahan mentah. Hilirisasi adalah jalan untuk meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat devisa negara. Petani harus menjadi bagian utama dari rantai nilai tersebut agar kesejahteraannya meningkat,” kata Mentan Amran dalam keterangannya pada Senin (9/3/2026).
Dalam kesempatan berbeda, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Abdul Roni Angkat, menyampaikan bahwa hilirisasi harus dibangun berbasis ekosistem dari hulu hingga hilir secara terintegrasi. Ia menekankan pentingnya dukungan lintas sektor termasuk aparat penegak hukum dalam mengawal implementasi program di lapangan.
“Hilirisasi perkebunan tidak bisa berjalan parsial. Kita harus membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Dengan sinergi yang kuat, target peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani dapat tercapai,” kata Roni dalam Rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Perkebunan di Provinsi Jawa Timur bersama Kepolisian Daerah Jawa Timur, Staf Ahli Menteri Pertanian, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, PT Sinergi Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, serta jajaran Kepolisian Resor se-Jawa Timur pada Jumat (27/2/26) lalu.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Pertanian, Ito Hediarto, mengungkapkan bahwa hilirisasi merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang harus diwujudkan secara konkret.
“Setelah swasembada komoditas padi berhasil kita capai, kini saatnya kita memperkuat swasembada komoditas perkebunan melalui hilirisasi tebu, kopi, kelapa, kakao, dan komoditas strategis lainnya. Kuncinya adalah kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral,” tegasnya.
Kolaborasi ini disambut baik oleh Biro SDM Polda Jawa Timur, Nur Azis. Ia mengungkapkan bahwa kepolisian siap mendukung dan mendampingi program hilirisasi perkebunan.
“Polda Jawa Timur beserta jajaran Polres di kabupaten/kota siap mendukung dan mendampingi program hilirisasi perkebunan. Selain menjaga stabilitas keamanan, Polri juga berperan aktif dalam menciptakan ekosistem pertanian yang kondusif, aman, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Senada, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Perkebunan sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi lintas sektor di daerah.
Sebagai informasi, Kementan terus menggencarkan program hilirisasi perkebunan. Kementan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun yang dialokasikan untuk berbagai program, termasuk penyediaan bibit unggul. Program hilirisasi perkebunan tahun 2025-2027 ini menargetkan pengembangan kawasan seluas 870.890 hektare di seluruh Indonesia untuk komoditas tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala.
Melalui program hilirisasi perkebunan, pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah produk dari bahan mentah menjadi produk olahan maupun setengah jadi yang berdaya saing tinggi di pasar domestik dan global. Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.